Polisi Gerak Cepat Tangani Temuan 995 Pucuk Senjata

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Polisi Gerak Cepat Tangani Temuan 995 Pucuk Senjata

Muhammad Adyatma Damardjati • 7 August 2026 15:24

Jakarta: Polres Metro Jakarta Selatan memastikan tak tinggal diam merespons kasus penemuan 995 pucuk senjata di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kepolisian langsung melakukan tindakan sejak penemuan pertama.

"Jadi awalnya kan sesaat setelah tanggal 10 Juli tentunya kan polisi terima laporan model A. Beberapa hari kemudian si pihak yayasan membuka laporan baru," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat, 7 Agustus 2026.

Joko membeberkan bahwa perubahan skema pelaporan dari Model A menjadi laporan baru tersebut membuat polisi harus melakukan penyesuaian prosedur. Langkah penyelidikan yang sebelumnya sudah dirancang, terpaksa diubah guna mengakomodasi laporan resmi susulan yang diajukan sendiri oleh pihak yayasan.

"Artinya yang awalnya kita sudah mau melangkah berdasar laporan A, kemudian pelapor menghendaki dengan dasar laporan yang dibuat tanggal 15," ujar Joko.

Menyikapi desakan dari pihak sekolah terkait adanya fasilitas menyerupai bunker yang hingga kini masih terkunci, Joko memastikan kepolisian tidak tinggal diam. Ia menyatakan kesiapan penyidik untuk segera menerjunkan tim untuk mendampingi proses pembongkaran paksa ruangan tersebut.

"Kalau memang permintaan pasti akan kita laksanakan nanti pihak yang berkepentingan. Tentunya itu sudah ada komunikasi antara pihak yang melaporkan atau pihak TKP yayasan dengan penyidik," kata Joko.


Sekolah Islam Harapan Ibu yang menjadi lokasi temuan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno serta barang yang diduga narkotika. Foto: Antara.

Langkah koperatif dari kepolisian ini merupakan respons atas kekecewaan pengurus yayasan baru, yang sebelumnya merasa aparat lamban dalam menangani barang bukti peninggalan mantan Ketua Yayasan berinisial IWD. 

Pihak yayasan mendesak agar seluruh area yang digembok oleh IWD segera dibongkar, demi memastikan tidak ada lagi sisa senjata atau barang terlarang yang dapat mengancam kelancaran kegiatan belajar mengajar para siswa di sekolah tersebut.

(Gabriella Thesa Widiari)