Warga Gandaria Utara Gelar Lomba Kelola Sampah dan Ketahanan Pangan Sambut HUT RI

Ilustrasi kompos keliling. Foto: Antara.

Warga Gandaria Utara Gelar Lomba Kelola Sampah dan Ketahanan Pangan Sambut HUT RI

Anggi Tondi Martaon • 12 August 2026 11:22

Jakarta: Warga RT 11/RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, berlomba mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI. Kegiatan itu dipadukan dengan upaya pengolahan sampah organik.

"Warga sedang mempersiapkan diri untuk lomba ketahanan pangan. Mereka mulai menanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing untuk mendukung ketahanan pangan," kata Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara Imam Basori dikutip dari Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan keberlanjutan dari program Kompos Keliling (Komling) dan Komposter Mandiri (KOMA) yang dikembangkan warga untuk mengolah sampah organik. Kompos yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai media tanam untuk tanaman sayuran di lingkungan rumah warga.

Dalam lomba tersebut, setiap rumah mendapatkan modal awal berupa satu tanaman sayur dari pengurus RT. Mereka didorong mengembangkan tanaman tersebut menjadi kebun sayur mini dengan berbagai jenis tanaman pangan.

"Ini kami sendiri yang mengadakan sebagai pemantik warga supaya membuat ketahanan pangan sendiri di rumah masing-masing," ujar Imam.

Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mempercantik lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah organik.

Ilustrasi tanaman hidroponik. Foto: Istimewa.

Penilaian lomba mencakup lima aspek, yaitu improvisasi dan keanekaragaman tanaman sebesar 30 persen, kesuburan tanaman 20 persen, kerapian dan kebersihan halaman 20 persen, kreativitas dan keindahan 20 persen, serta pemanfaatan barang bekas atau konsep ramah lingkungan sebesar 10 persen.

Penilaian dan pengumuman pemenang lomba akan dilakukan pada 17 Agustus 2026 dalam acara puncak Malam Kemerdekaan RT 11/RW 07. Pengurus RT menyediakan hadiah berupa sepeda untuk juara pertama, air fryer untuk juara kedua, dan voucher belanja Rp500 ribu untuk juara ketiga.

Melalui kegiatan tersebut, warga berharap pemanfaatan pekarangan dapat menjadi kebiasaan berkelanjutan sekaligus mendorong lingkungan yang hijau, sehat, dan produktif. 

(Anggi Tondi)