Ilustrasi ujian rekrutmen tenaga kerja di India. (Anadolu Agency)
Ribuan Mahasiswa India Protes Dugaan Kecurangan Ujian Rekrutmen Tenaga Kerja
Willy Haryono • 10 August 2026 17:42
New Delhi: Ribuan mahasiswa dan pencari kerja menggelar aksi demonstrasi di Negara Bagian Jharkhand, India timur, pada Senin, 10 Agustus 2026, untuk menuntut reformasi sistem ujian rekrutmen tenaga kerja.
Dikutip dari Anadolu Agency, polisi menggunakan meriam air untuk menghentikan massa yang berupaya menuju gedung legislatif negara bagian.
Para mahasiswa di Jharkhand telah menggelar aksi protes selama beberapa pekan menyusul dugaan ketidakberesan dalam pelaksanaan ujian rekrutmen, sementara sejumlah peserta aksi masih melakukan mogok makan.
Pada Senin, demonstran bergerak menuju kompleks Majelis Legislatif Jharkhand, namun dihadang aparat keamanan yang menggunakan meriam air untuk membubarkan barisan massa.
Pemerintah negara bagian yang dipimpin partai regional oposisi terhadap Perdana Menteri Narendra Modi telah beberapa kali menggelar dialog dengan kelompok mahasiswa. Namun, para demonstran tetap menuntut penyelidikan oleh lembaga federal.
Pemerintah Jharkhand menyatakan telah memenuhi 98 persen tuntutan para pengunjuk rasa.
Salah satu tuntutan utama mahasiswa dan pencari kerja adalah reformasi terhadap lembaga penyelenggara rekrutmen di negara bagian tersebut.
Aksi di Jharkhand berlangsung setelah gelombang demonstrasi nasional pada bulan lalu yang menuntut pencopotan Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan terkait dugaan kebocoran soal ujian dan berbagai penyimpangan dalam sistem pendidikan.
Demonstrasi tersebut dipimpin Cockroach Janta Party, gerakan yang baru terbentuk sebagai respons atas pernyataan kontroversial Ketua Mahkamah Agung India yang menyamakan para pengangguran dengan kecoak.
Mengutip Bloomberg Television, juru bicara Cockroach Janta Party Ashutosh Ranka mengatakan polisi masih menyelidiki sejumlah mahasiswa yang ikut dalam demonstrasi di New Delhi pada Juli, meski sebelumnya pemerintah telah menyepakati penghentian proses hukum terhadap mereka.
Baca juga: PM Narendra Modi Bentuk Satgas Reformasi Sistem Ujian India usai Kebocoran Soal