Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (SERGEY DOLZHENKO/EPA-EFE)
Ikuti Uni Eropa, Ukraina Tetapkan IRGC Iran Sebagai Organisasi Teroris
Riza Aslam Khaeron • 3 February 2026 11:08
Kyiv: Ukraina secara resmi menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris pada Selasa, 2 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan oleh Presiden Volodymyr Zelensky dalam pidato malamnya yang disampaikan pada Jumat, 2 Februari 2026.
Langkah ini diambil mengikuti keputusan Uni Eropa yang lebih dahulu menjatuhkan label serupa terhadap IRGC pada 29 Januari 2026.
"Uni Eropa telah sepakat untuk menetapkan salah satu organisasi utama rezim di Iran, yang disebut Korps Garda Revolusi Islam, sebagai organisasi teroris," ujar Zelensky, dikutip dari Kyiv Independent.
"Di Ukraina, kami telah mengambil keputusan ini sebelumnya dan telah secara resmi menetapkan organisasi ini sebagai teroris, dan bagi kami isu ini sudah selesai," tambahnya.
IRGC kemudian secara resmi dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris di Ukraina berdasarkan data dari portal resmi Dinas Keamanan Ukraina (SBU).
Garda Revolusi Iran merupakan cabang elite militer Iran yang dibentuk setelah Revolusi 1979, dan telah lama dikenal sebagai kekuatan utama yang menjaga sistem ideologi pemerintahan Iran.
| Baca Juga: Uni Eropa Tetapkan IRGC Iran Sebagai Organisasi Teroris |
Organisasi ini sebelumnya juga telah ditetapkan sebagai entitas teroris oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara lain.
Penetapan oleh Ukraina dan Uni Eropa terjadi di tengah meningkatnya kecaman global atas tindakan keras Iran terhadap demonstrasi anti-rezim yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Tindakan kekerasan aparat disebut telah menewaskan ribuan pengunjuk rasa.
"Dunia melihat apa yang terjadi di Iran, berapa banyak orang yang dibunuh, dan bagaimana rezim Iran berkontribusi terhadap penyebaran perang dan kekerasan di kawasan serta dunia," ujar Zelensky.
Zelensky juga mengaitkan keputusan tersebut dengan dukungan militer Iran terhadap Rusia dalam perang Ukraina, khususnya lewat penyediaan drone Shahed yang digunakan dalam serangan udara terhadap kota-kota di Ukraina.
"Ukraina tidak melupakan ribuan drone Shahed yang menyerang kota dan desa kami, rakyat kami," tambahnya.