Inggris Ambil Alih Presidensi Dewan Keamanan PBB, Fokus pada Tiga Isu Utama

Sebuah sesi sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat. (Anadolu Agency)

Inggris Ambil Alih Presidensi Dewan Keamanan PBB, Fokus pada Tiga Isu Utama

Willy Haryono • 3 February 2026 08:52

New York: Inggris mengambil alih presidensi bergilir Dewan Keamanan PBB untuk bulan Februari, dengan komitmen memfasilitasi “presidensi yang konstruktif dan transparan” serta fokus kuat pada isu Ukraina, Sudan, dan Gaza.

“Saya percaya tujuan kami bulan ini adalah menjalankan presidensi yang konstruktif dan transparan, dengan fokus ketat pada peran inti Dewan Keamanan dalam memastikan terpeliharanya perdamaian dan keamanan internasional,” kata James Kariuki, kuasa usaha Inggris, dalam konferensi pers yang menandai dimulainya masa jabatan tersebut.

Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 3 Februari 2026, Kariuki mengatakan bahwa presidensi Inggris akan memusatkan perhatian pada “tiga konflik yang termasuk ancaman paling serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional di tiga benua,” yakni Ukraina, Sudan, dan Gaza.

Terkait Ukraina, Kariuki mengumumkan bahwa Dewan Keamanan PBB akan menggelar sidang pada 24 Februari untuk “memperingati empat tahun invasi penuh skala besar Rusia yang ilegal”. Pertemuan tersebut akan dipimpin oleh Menteri Negara Inggris untuk Eropa, Stephen Doughty.

Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan mengenai Sudan akan berlangsung pada 19 Februari, serta menegaskan bahwa Inggris “bekerja tanpa lelah, menggunakan setiap instrumen diplomatik yang kami miliki, untuk mendorong para pihak menyepakati gencatan senjata guna mengakhiri perang yang menghancurkan ini”.

Kariuki turut menyambut dibukanya kembali titik Penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir, seraya menambahkan, “Ini belum cukup. Rafah dan seluruh penyeberangan harus dibuka sepenuhnya agar bantuan kemanusiaan penyelamat nyawa dapat masuk dalam skala besar.”

“Kami akan menggunakan pertemuan bulanan ini untuk mendorong kemajuan dalam pelaksanaan rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump untuk Gaza, menangani krisis kemanusiaan di Gaza serta memburuknya situasi di Tepi Barat, guna mewujudkan perdamaian jangka panjang bagi warga Israel dan Palestina,” tambahnya.

Presidensi Dewan Keamanan PBB akan beralih ke Amerika Serikat pada Maret mendatang.

Baca juga:  DK PBB Sampaikan Harapan untuk Sekjen Berikutnya, Soroti Isu Reformasi

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)