Iran Peringatkan Akan Merespons Serangan Israel di Beirut Lebanon

Kerusakan akibat serangan Israel di Beirut, Lebanon. (Anadolu Agency)

Iran Peringatkan Akan Merespons Serangan Israel di Beirut Lebanon

Muhammad Reyhansyah • 15 June 2026 14:16

Teheran: Iran memperingatkan bahwa respons terhadap serangan udara Israel di ibu kota Lebanon, Beirut, akan segera dilakukan.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr mengatakan Teheran tidak akan mentoleransi pelanggaran terhadap apa yang disebutnya sebagai "garis merah" Republik Islam Iran.

"Respons akan datang," kata Zolghadr dalam pernyataan yang dikutip Press TV via Anadolu, Senin, 15 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa persatuan berbagai pihak di kawasan telah membentuk rantai keamanan untuk mempertahankan stabilitas regional. "Lebanon adalah bagian dari kehidupan kami, dan pelanggaran terhadap garis merah Republik Islam tidak akan ditoleransi," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah jet tempur Israel melancarkan serangan ke wilayah selatan Beirut pada Minggu dini hari, 14 Juni 2026.

Menurut laporan awal, sedikitnya tiga orang tewas dan 15 lainnya terluka dalam serangan yang terjadi meskipun gencatan senjata masih berlaku.

Penutupan Penerbangan

Di tengah meningkatnya ketegangan, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan seluruh penerbangan menuju dan dari bandara di wilayah barat Iran dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.

Namun laporan tersebut kemudian dibantah oleh juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan.

Akhavan menyebut informasi mengenai pembatalan penerbangan di Iran barat tidak berdasar.

Ia menegaskan tidak ada Notice to Airmen (NOTAM) baru yang diterbitkan untuk menutup wilayah udara atau menghentikan lalu lintas penerbangan di kawasan tersebut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik serangan Israel ke Beirut dan mengatakan serangan itu seharusnya tidak terjadi ketika Washington dan Teheran disebut semakin dekat mencapai kesepakatan damai.

Menurut Trump, kesepakatan tersebut dijadwalkan ditandatangani pada hari Minggu. Namun belakangan, penandatanganannya akan dilakukan di Jenewa pada 19 Juni mendatang.

Iran sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa penghentian konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon, harus menjadi bagian dari setiap kesepahaman dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Konflik tersebut saat ini berada dalam gencatan senjata yang dimediasi Pakistan sejak April, meski berbagai insiden bersenjata masih terus terjadi di kawasan.

Baca juga:  Serangan Udara Israel di Beirut dan Lebanon Selatan Tewaskan Tujuh Warga

(Willy Haryono)