Pelaku Penyiraman Air Keras  Andrie Yunus Diduga Lebih dari 4 Orang

Staf Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Afif Abdul Qoyum. Foto tangkapan layar Youtube YLBHI

Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diduga Lebih dari 4 Orang

Muhamad Marup • 18 March 2026 19:58

Jakarta: Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (AY).

Staf Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekaligus anggota TAUD, Afif Abdul Qoyum, mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi mandiri berdasarkan bukti-bukti yang ada.

"Setelah kami telusuri bukti-bukti yang ada ternyata (pelaku) lebih dari empat orang," ujar Afif, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.

Dia menjelaskan, terdapat dua kategori yang didapat atas penelusuran bukti tersebut yaitu kategori eksekusi dan pengintaian dengan kronologi sebagai berikut:
  • Orang Tidak Dikenal (OTK) 1 dan OTK 2 sudah mengintai korban AY sejak di kantor YLBHI
  • OTK 3 dan OTK 4 bergabung dengan OTK 1 dan OTK 2 di titik intai seberang kantor YLBHI
  • OTK 5 datang dari arah Halte Megaria
"Berdasarkan penelusuran mandiri tersebut kami menemukan indikasi ini operasi besar. Ternyata bukan 4 pelaku baik melakukan pengintaian maupun eksekusi," jelasnya.

Pelaku Oknum BAIS

Pada kesempatan berbeda, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI resmi menangkap empat oknum anggota Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Para pelaku diketahui berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).


Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto, mengungkap identitas keempat tersangka dengan pangkat perwira tiga orang dan kapten satu orang. Keempat oknum tersebut adalah Kapten NDB, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Saat ini, para tersangka telah diamankan di Pom TNI untuk menjalani pemeriksaan intensif. Tim penyidik masih terus mendalami keterlibatan serta alasan di balik tindakan keji yang dilakukan oleh oknum intelijen tersebut terhadap korban.

"Ini sekarang yang diduga tersangka sedang kita amankan di Pom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan. Kita juga masih dalami apa nih motifnya dari yang diduga pelaku tadi," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)