Beasiswa Garuda 2026 Dibuka, Ini Jadwal, Syarat, dan Bidang Prioritasnya

Ilustrasi: Pexels

Beasiswa Garuda 2026 Dibuka, Ini Jadwal, Syarat, dan Bidang Prioritasnya

Riza Aslam Khaeron • 28 January 2026 20:55

Jakarta: Pemerintah kembali membuka Beasiswa Garuda 2026, program beasiswa bergelar yang dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi talenta muda Indonesia, khususnya bagi yang berprestasi dengan latar belakang belum direpresentasikan secara optimal. 

Beasiswa Garuda menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem sains dan teknologi nasional, dengan tujuan mencetak sumber daya manusia unggul di bidang-bidang strategis yang dibutuhkan bangsa di masa depan. Program ini dikelola secara end-to-end dan terintegrasi dalam satu platform LPDP. 

Seluruh proses Beasiswa Garuda dilakukan secara digital melalui beberapa kanal resmi, antara lain:

Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang I
  • 22 Januari 2026: Sosialisasi daftar universitas
  • 15 Februari–15 Maret 2026: Pendaftaran dan submisi
  • 16–30 Maret 2026: Seleksi administrasi
  • 10–20 April 2026: Tes bakat skolastik
  • 30 April 2026: Pengumuman hasil seleksi
Pendaftaran Beasiswa Garuda Gelombang II
  • 25 Mei–25 Juni 2026: Pendaftaran dan submisi
  •  25 Juni–10 Juli 2026: Seleksi administrasi
  • 25–30 Juli 2026: Tes bakat skolastik
  • 5 Agustus 2026: Pengumuman hasil seleksi
Syarat Pendaftar Beasiswa Garuda S1 Beasiswa Garuda jenjang Sarjana (S1) dibuka bagi siswa SMA/sederajat kelas 12 yang ingin melanjutkan pendidikan ke universitas mitra. Persyaratan utama yang harus disiapkan meliputi:
  • Nilai rapor semester 1 hingga 5
  • Rata-rata nilai minimal 85
  • Prestasi akademik atau non akademik tingkat nasional atau internasional
  • Surat keterangan sehat dan surat keterangan bebas narkoba dari instansi berwenang
Bidang Prioritas Beasiswa Garuda Program ini menetapkan delapan bidang prioritas utama, yaitu:
  • Energi: Energi terbarukan, hidrogen, SMR/MMR, sel bahan bakar
  • Maritim: Kapal otonom, pelayaran ramah lingkungan, pelabuhan pintar
  • Kesehatan: Vaksin, bioinformatika, alat kesehatan berbasis AI, sel punca
  • Ketahanan Pangan: pertanian presisi, agritech, pangan lokal, urban farming
  • Pertahanan: Teknologi pertahanan canggih
  • Digitalisasi, AI, dan Semikonduktor: Sistem kendali presisi, teknologi strategis
  • Hilirisasi dan Industrialisasi: AI, IoT, desain chip, keamanan siber, superkomputer
  • Material dan Manufaktur Maju: Robot industri, material maju dan nanoteknologi
 
Baca Juga:
Diperpanjang Sampai 28 Februari, Ini Cara Aktivasi Rekening PIP 2026,

Selain itu, terdapat dua bidang prioritas pendukung, yakni bisnis dan ekonomi (nilai tambah sumber daya alam dan industri berbasis riset), serta hukum dan kebijakan (kebijakan publik, ekonomi, dan ekonometrika).

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)