Niat Salat Witir dan Waktu Pelaksanaanya Selama Bulan Ramadan

Ilustrasi salat tarawih dan witir (MI/Andri Widiyanto)

Niat Salat Witir dan Waktu Pelaksanaanya Selama Bulan Ramadan

Putri Purnama Sari • 18 February 2026 19:12

Jakarta: Salat tarawih dan witir merupakan ibadah sunah yang dilaksanakan pada malam bulan Ramadan setelah Salat Isya. Tarawih dikerjakan dengan jumlah rakaat tertentu, biasanya 8 atau 20 rakaat kemudian ditutup dengan salat witir 3 rakaat.

Salat witir termasuk ibadah sunah muakkad (sangat dianjurkan). Ibadah ini berfungsi sebagai penutup seluruh Salat malam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim ibn al-Hajjaj dalam kitabnya, “Jadikanlah akhir Salat malam kalian dengan witir.”

Jumlah Rakaat Salat Witir

Dilansir dari Wakaf Salman, setelah melaksanakan Salat tarawih, umat Islam umumnya mengerjakan 3 rakaat Salat witir. Namun, ada juga yang melaksanakannya 1 rakaat. Kedua cara ini diperbolehkan dan didasarkan pada sunnah Nabi Muhammad SAW.

Untuk melaksanakan witir sebanyak 3 rakaat, terdapat dua metode:
  • Dua salam: mengerjakan 2 rakaat terlebih dahulu lalu salam, kemudian dilanjutkan 1 rakaat dan diakhiri salam.
  • Satu salam: mengerjakan 3 rakaat sekaligus dengan satu salam, mirip seperti Salat Magrib tetapi dengan niat witir.
Apabila mengerjakan 1 rakaat, cukup dilakukan satu rakaat lengkap dengan seluruh rukun Salat, lalu diakhiri salam.
 

Bacaan Niat Salat Witir

Niat Salat Witir Berjamaah 1 Rakaat



Ushallii sunnatal witri rak’atal mustaqbilal qiblati adaa’an ma’muman lillaahi ta’alaa

Niat Salat Witir Berjamaah 2 Rakaat



Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillahi ta’aalaa

Niat Salat Witir Sendiri 1 Rakaat



Ushallii sunnatam minal witri rak’atal lillaahi ta’aalaa.

Niat Salat Witir Sendiri 2 Rakaat



Ushallii sunnatan minal witri rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Niat Salat Witir Sendiri 3 Rakaat



Ushalli sunnatal witri tsalaatsa raka‘atin mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta‘ala.

Bacaan Doa Setelah Salat Witir



Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daaimaan, wan’asaluka qalban khaasyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafi’an, wanas’aluka yaqiinan shaadiqon, wanas’aluka ‘amalan shaalihan, wanas’aluka diinan qayyiman, Wanas’aluka khairan katsiran, wanas’alukal ‘afwa wal’aafiyata, wanas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukra ‘alal ‘aafiyati, anas’alukal ghinaa’a ‘aninnaasi. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu’anaa watadhorru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. Washallallaahu ‘alaa khairi khalqihi muhammadin wa’alaa aalihi washahbihi ajma’iina, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina.

Doa setelah witir biasanya dipanjatkan untuk memohon keimanan, ilmu yang bermanfaat, ampunan, serta perlindungan dari Allah SWT.
 

Waktu Pelaksanaan Salat Witir

Waktu melaksanakan Salat witir dimulai setelah Salat Isya dan berakhir hingga terbit fajar atau masuk waktu Subuh. Selama bulan Ramadan, witir umumnya dikerjakan setelah Salat tarawih sebagai penutup ibadah malam.

Bagi orang yang khawatir tidak dapat bangun di akhir malam, disarankan melaksanakan witir setelah Isya atau setelah tarawih. Sementara bagi yang yakin dapat bangun di sepertiga malam terakhir, lebih utama mengerjakan witir setelah Salat tahajud.

Keistimewaan Salat Witir

Salat witir memiliki keistimewaan sebagai penyempurna rangkaian Salat malam. Ibadah ini menjanjikan pahala besar dan menjadi waktu mustajab untuk berdoa.

Dengan melaksanakan witir, seorang Muslim berharap mendapatkan ampunan atas dosa-dosa serta perlindungan dan hidayah dari Allah SWT melalui doa-doa yang dipanjatkan.

Salat witir bukan sekadar penutup ibadah malam, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, khususnya di bulan Ramadan.

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)