Profil El Mencho, Bos Kartel Narkoba Terbesar Meksiko yang Tewas

Poster buronan El Muncho. (DEA)

Profil El Mencho, Bos Kartel Narkoba Terbesar Meksiko yang Tewas

Riza Aslam Khaeron • 23 February 2026 12:49

Jakarta: Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, alias “El Mencho”, sosok yang selama bertahun-tahun diburu aparat keamanan sebagai pemimpin Cártel Jalisco Nueva Generación (CJNG), dilaporkan meninggal dunia pada Minggu, 22 Februari 2026, menyusul operasi militer besar-besaran di Tapalpa, negara bagian Jalisco.

Oseguera dikabarkan mengalami luka serius dalam baku tembak dan mengembuskan napas terakhirnya saat sedang dievakuasi melalui jalur udara menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Peristiwa ini menandai titik balik penting dalam dinamika keamanan di Meksiko. Selama bertahun-tahun, CJNG telah berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh dengan jaringan lintas negara yang luas, terutama dalam kendali perdagangan narkotika sintetis global.

Oseguera sendiri telah lama menjadi orang yang paling dicari pihak berwenang Meksiko atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkotika dan kejahatan terorganisasi.

Di bawah kepemimpinannya, CJNG tumbuh menjadi salah satu kartel paling dominan di Meksiko dengan jangkauan operasional yang menembus berbagai negara.

Bagi Amerika Serikat, Oseguera Cervantes merupakan salah satu pengedar narkoba yang paling dicari di dunia.

Departemen Luar Negeri AS bahkan menawarkan imbalan hingga $15 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya, sementara Departemen Keuangan telah memasukkannya ke dalam daftar gembong narkoba yang dikenai sanksi berat.

Berikut adalah profil lengkap mengenai rekam jejak salah satu bos kartel terbesar di Meksiko tersebut.
 

Latar Belakang El Mencho


Mugshot El Muncho ketika masih muda. (SFPD via BBC Mundo)

Berdasarkan informasi dari media lokal Meksiko, Noticias Telemundo, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes lahir pada 17 Juli 1966 di komunitas pedesaan Naranjo de Chila, wilayah Aguililla, Michoacán. Ia tumbuh besar di lingkungan agraris yang didominasi oleh perkebunan alpukat.

Pada usia 14 tahun, ia terpaksa putus sekolah dan mulai bekerja menjaga ladang ganja demi membantu perekonomian keluarga serta membiayai kebutuhan lima orang saudara kandungnya.

Seperti banyak pemuda dari daerah pedesaan Meksiko pada masa itu, Oseguera kemudian menyeberang ke Amerika Serikat tanpa dokumen resmi.

Meskipun beberapa kerabatnya sudah lebih dulu menetap di California, alih-alih bekerja di sektor pertanian, ia justru dilaporkan terlibat dalam aktivitas kriminal melalui jaringan geng yang dikenal sebagai Norteños.

Pada usia sekitar 20 tahun, ia ditangkap di San Francisco atas tuduhan perampokan dan kepemilikan senjata api.

Setelah kejadian itu, ia mulai terjun ke dalam bisnis perdagangan narkotika bersama saudara iparnya, Abigael González Valencia. Ia kembali tertangkap dan akhirnya dideportasi ke Meksiko.

Namun, beberapa bulan kemudian, ia kembali menyusup ke Amerika Serikat. Pada tahun 1992, ia ditangkap lagi bersama saudaranya, Abraham, atas kasus distribusi heroin. Ia menjalani hukuman sekitar tiga tahun di penjara federal di Texas sebelum akhirnya dideportasi kembali.

Sekembalinya ke Meksiko pada dekade 1990-an, Oseguera sempat mencoba peruntungan dengan bekerja sebagai petugas polisi di wilayah Cabo Corrientes dan Tomatlán, Jalisco.

Namun, ia kemudian justru terlibat dengan Kartel Milenio yang dipimpin oleh keluarga Valencia, atau yang dikenal sebagai Los Cuinis—keluarga asal istrinya, Rosalinda González Valencia. Dari struktur organisasi inilah ia mempelajari mekanisme operasional mendalam mengenai kartel narkoba.

Momentum penting terjadi pada tahun 2009 setelah penangkapan Óscar Nava Valencia, salah satu pimpinan Kartel Milenio.

Di tengah fragmentasi kelompok tersebut, Oseguera memanfaatkan situasi untuk membentuk faksinya sendiri, yang kemudian berkembang menjadi Cártel Jalisco Nueva Generación (CJNG) pada awal dekade 2010-an.

Kelompok ini awalnya muncul dengan citra sebagai penantang Los Zetas dan sempat dijuluki “Los Mata Zetas”, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di Meksiko.
 

Kejahatan El Mencho dan Kepemimpinannya di CJNG


CJNG. (La Derecha Diario)

Di bawah kepemimpinan El Mencho, CJNG berkembang sangat pesat dan berhasil memperluas pengaruhnya ke sebagian besar wilayah Meksiko.

Organisasi ini mengonsolidasikan rute internasional untuk penyelundupan metamfetamin dan fentanil ke Amerika Serikat, sekaligus memperkuat jaringan distribusi narkotika sintetis lintas negara.

Menurut otoritas Meksiko, CJNG kini hadir di hampir seluruh negara bagian dan telah menjadi kelompok kriminal paling dominan dalam satu dekade terakhir. Kelompok ini dikenal sebagai mesin kekerasan yang tidak segan terlibat dalam perang terbuka melawan kartel saingan maupun bentrokan langsung dengan aparat keamanan.

Ekspansi teritorialnya berlangsung sangat cepat, didukung oleh sumber daya finansial yang masif serta struktur komando yang terpusat.

Sejumlah laporan investigasi menggambarkan praktik perekrutan bersenjata yang sangat brutal, termasuk pelatihan loyalitas dan ketahanan fisik di lokasi-lokasi rahasia yang dijuluki sebagai “sekolah teror”.

Di bawah komando El Mencho, CJNG dikaitkan dengan berbagai pembantaian dan penyergapan mematikan terhadap aparat keamanan. Salah satu peristiwa yang paling menggemparkan adalah pembunuhan 19 orang yang jasadnya dimutilasi, dimasukkan ke dalam karung, lalu digantung di sebuah jembatan pada tahun 2019.

Selain itu, organisasi ini juga dituding berada di balik serangan terhadap pejabat tinggi keamanan, termasuk penyergapan berdarah terhadap konvoi Omar García Harfuch di Kota Meksiko pada Juni 2020.

El Mencho juga dikaitkan dengan serangan terhadap helikopter militer pada 2015 di Jalisco, serta serangkaian blokade jalan dan pembakaran kendaraan massal sebagai respons atas operasi keamanan pemerintah.

Melalui kombinasi ekspansi teritorial, penguasaan rute perdagangan, dan penggunaan kekerasan terorganisir yang sistematis, El Mencho berhasil menjadikan CJNG sebagai salah satu kartel paling berpengaruh sekaligus paling ditakuti di tanah Meksiko.
 

Kematian El Mencho


Poster buronan AS untuk El Mencho. (@DEALOSANGELES/EFE)

Kematian Nemesio Rubén Oseguera Cervantes dikonfirmasi secara resmi oleh Kementerian Pertahanan Nasional (Defensa) pada Minggu, 22 Februari 2026.

Dalam keterangan resminya, Defensa menyatakan bahwa operasi federal di Tapalpa, Jalisco, dilakukan melalui koordinasi intelijen ketat dan dukungan informasi dari pihak Amerika Serikat.

“Perlu disebutkan bahwa dalam pelaksanaan operasi ini, selain kerja intelijen militer pusat, dalam kerangka koordinasi dan kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat, juga terdapat informasi tambahan yang diberikan oleh otoritas negara tersebut,” demikian pernyataan Defensa dalam komunike resminya.

Menurut Defensa, pasukan federal melacak keberadaan Rubén N., alias Mencho, dalam sebuah operasi yang melibatkan unsur militer, Centro Nacional de Inteligencia (CNI), serta Fiscalía General de la República (FGR).
 
Baca Juga:
Bos Kartel Narkoba 'El Mencho' Tewas dalam Operasi Militer di Meksiko

Saat penyergapan dilakukan, aparat mendapatkan serangan bertubi-tubi dari kelompok bersenjata dan segera membalas tembakan tersebut.

Dalam penjelasan resminya, Defensa menyebutkan bahwa empat orang tewas seketika di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya mengalami luka berat dan meninggal dunia saat sedang dievakuasi melalui jalur udara menuju Mexico City.

“Di antara mereka terdapat Rubén N. sendiri,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Oseguera tidak meninggal langsung di tempat kejadian, melainkan dalam proses pemindahan medis. Otoritas juga menyatakan bahwa proses identifikasi resmi telah dilakukan oleh tim forensik yang berwenang untuk memastikan identitas sang gembong.
 

Respons Keras CJNG, Meksiko Dilanda Kekacauan


CJNG picu kebakaran dan kekacauan di beberapa wilayah Meksiko. (CNN)

Melansir BBC Mundo, kematian El Mencho segera memicu gelombang kekerasan terkoordinasi di berbagai wilayah Meksiko. Hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman resmi pemerintah, sejumlah negara bagian dilanda blokade jalan massal dengan kendaraan-kendaraan yang dibakar—sebuah taktik yang dikenal luas sebagai narcobloqueos.

Aksi pembakaran kendaraan untuk memblokir berbagai jalur utama terjadi secara serentak di Jalisco, Michoacán, Guanajuato, Guerrero, Puebla, hingga Baja California dan Tamaulipas.

Aksi anarkis ini tidak hanya menyasar jalur antarnegara bagian. Di berbagai kota, kelompok-kelompok bersenjata juga dilaporkan menyerang toko-toko, apotek, hingga pusat perbelanjaan.

Rekaman yang beredar memperlihatkan kepulan asap hitam membumbung tinggi di Guadalajara, salah satu kota yang dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia dalam beberapa bulan ke depan.


Panik di Bandara Internasional Guadalajara, Meksiko. (X/@CapLaloVargas)

Pemerintah Meksiko melaporkan tercatat sebanyak 252 titik blokade jalan di 20 negara bagian berbeda. Namun, sebanyak 90 persen di antaranya diklaim telah berhasil dinonaktifkan pada pukul 20.00 waktu setempat (02.00 GMT).

Melalui media sosial X, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan bahwa, “Terdapat koordinasi penuh dengan pemerintah seluruh negara bagian. Kita harus tetap mendapatkan informasi dan tetap tenang.” 

“Di sebagian besar wilayah nasional, aktivitas berlangsung dengan normal,” tambahnya.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan dampak yang nyata bagi masyarakat. Bandara Internasional Puerto Vallarta—salah satu gerbang wisata utama di Pasifik Meksiko—mengalami pembatalan dan pengalihan penerbangan sejak pukul 11.00 waktu setempat.

Selain itu, sejumlah pertandingan liga sepak bola perempuan di Guadalajara dan liga pria di Querétaro terpaksa ditunda sebagai langkah pencegahan keamanan.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Meksiko juga telah mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya, menyatakan bahwa, “Karena operasi keamanan yang sedang berlangsung di beberapa negara bagian serta blokade jalan dan aktivitas kriminal terkait, warga AS di wilayah tersebut diminta untuk berlindung hingga pemberitahuan lebih lanjut.”

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)