Kemenhut: Pemkot Bandung Penuhi Kebutuhan Satwa Bandung Zoo

Situasi saat Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) saat beroperasi di Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan

Kemenhut: Pemkot Bandung Penuhi Kebutuhan Satwa Bandung Zoo

Lukman Diah Sari • 13 May 2026 15:12

Kota Bandung: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, bertanggung jawab memenuhi kebutuhan dasar satwa di Bandung Zoo selama masa perpanjangan nota kesepahaman (MoU) pengelolaan kebun binatang tersebut. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudiyatmoko menyebut kebutuhan dasar penyelamatan satwa ini meliputi pakan, obat-obatan, vitamin, serta kebutuhan teknis lainnya.

“Hal ini guna memastikan kondisi satwa tetap terpelihara dengan baik selama masa transisi pengelolaan,” kata Satyawan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu, 13 Mei 2026, melansir Antara.


Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung. MI

Satyawan menambahkan pemerintah kota juga tetap menyediakan upah atau honor pekerja serta pembayaran utilitas seperti air, listrik, dan internet. Ia mengatakan, keselamatan dan kesejahteraan satwa menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan eks lembaga konservasi tersebut.

Menurut dia, pemerintah pusat bersama Pemkot Bandung terus melakukan koordinasi intensif agar seluruh satwa mendapatkan penanganan dan perawatan yang layak sesuai prinsip kesejahteraan satwa atau animal welfare.

“Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan utama terhadap keselamatan dan kesejahteraan satwa, serta harapan agar pengelolaan lembaga konservasi ke depan dapat dilaksanakan oleh pihak yang lebih profesional, akuntabel, dan memenuhi standar pengelolaan kesejahteraan satwa yang baik,” jelas Satyawan.

Lelang Pengelola Baru Bandung Zoo Rampung Akhir Mei

Pemerintah Kota Bandung menargetkan proses lelang pengelola baru Bandung Zoo dapat rampung pada akhir Mei 2026. Wali Kota Bandung Muhammad Farha menjelaskan, saat ini proses seleksi masih berjalan dan belum sampai pada tahap penetapan pemenang.

“Jadi pada 29 Mei kita sudah akan mendapatkan pengelola baru,” kata Farhan.

Menurutnya pihak yang mengikuti lelang masih dalam tahap evaluasi kelayakan, sehingga belum dapat dipastikan siapa yang akan ditunjuk sebagai pengelola. Ia menyebut, dari sekitar 85 pihak yang awalnya menunjukkan minat, kini tersaring menjadi empat hingga lima peserta yang telah mengambil dokumen lelang secara resmi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)