Seminar edukatif bertajuk “Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko Bagi Generasi Muda”. Foto: Dok. Istimewa.
Aktivitas Digital Berisiko Picu Kecanduan dan Gangguan Mental
Fachri Audhia Hafiez • 14 May 2026 04:22
Jakarta: Peningkatan aktivitas digital di kalangan generasi muda kini menjadi perhatian serius seiring munculnya risiko penyalahgunaan platform dan pola interaksi tidak sehat. Kurangnya literasi digital di tengah kemudahan akses teknologi dinilai berdampak buruk pada pola pikir, perilaku sosial, hingga kesehatan mental para pengguna aktif.
“Aktivitas digital berisiko tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga dapat memicu kecanduan, gangguan mental, hingga tindakan kriminal yang merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujar Ditreskrimsus Polda Sumatra Barat Kombes Andry Kurniawan dikutip melalui keterangan tertulis, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Hal itu disampaikannya dalam seminar edukatif bertajuk “Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko Bagi Generasi Muda” di Ballroom Hotel Santika, Padang. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Higgs Games Island (HGI) dengan Polda Sumatra Barat yang bertujuan membangun kesadaran digital dan kemampuan berpikir kritis di tengah meningkatnya risiko penyalahgunaan platform online yang dapat memengaruhi kesehatan mental hingga perilaku sosial anak muda.
Andry menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai aktivitas digital ilegal yang kian mudah diakses. Ia mengimbau generasi muda untuk lebih bijak menggunakan platform digital dan tidak mudah tergiur oleh aktivitas online yang menjanjikan keuntungan instan.
Senada dengan hal tersebut, Ahli Hukum ITE Ryan Abdisa Sukmadja menilai literasi digital merupakan benteng utama bagi generasi muda. Tanpa kesadaran yang baik, masyarakat akan lebih mudah terjebak dalam sistem digital yang manipulatif dan merugikan.
“Literasi digital menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam sistem digital yang manipulatif dan merugikan,” jelas Ryan.
.JPG.jpeg)
Seminar edukatif bertajuk “Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko Bagi Generasi Muda”. Foto: Dok. Istimewa.
Pihak HGI selaku penyelenggara menambahkan bahwa fenomena ini memerlukan penguatan edukasi serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Melalui sinergi bersama Polda Sumatra Barat, diharapkan terbangun ekosistem digital dan komunitas yang lebih sehat serta positif bagi masyarakat luas.
“Kolaborasi bersama Polda Sumatra Barat menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem digital dan komunitas yang lebih sehat, edukatif, serta positif bagi masyarakat,” kata perwakilan HGI, Ray.