Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Pagi Ini di Posisi Rp17.600-an per USD
Eko Nordiansyah • 15 May 2026 10:35
Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini.
Berdasarkan data pasar Investing.com, Jumat, 15 Mei 2026, pukul 09.11 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp17.609 per dolar AS atau melemah 111,5 poin atau 0,64 persen.
Penguatan dolar AS juga tercermin dari Indeks Dolar AS yang naik 0,26 persen ke posisi 98,987. Kenaikan indeks dolar menandakan mata uang AS tengah menguat terhadap sejumlah mata uang global.
Penguatan dolar AS
Dolar AS menguat pada Kamis, 14 Mei 2026, karena para pedagang minggu ini meningkatkan taruhan mereka untuk kenaikan suku bunga dari Federal Reserve akhir tahun ini setelah data inflasi dan penjualan ritel.Sementara itu, kunjungan Presiden Donald Trump ke Tiongkok menjadi sorotan, dengan para pelaku pasar berharap adanya terobosan dalam perdagangan, kecerdasan buatan, dan mungkin perang melawan Iran.

(Ilustrasi rupiah. Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah)
Para pedagang telah bereaksi terhadap data inflasi dan penjualan ritel minggu ini dengan meningkatkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga dari Federal Reserve akhir tahun ini, menurut alat CME FedWatch.
Laporan menunjukkan lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah berdampak signifikan pada ekonomi, dan kemungkinan penurunan suku bunga hampir hilang. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya berdampak baik bagi dolar.
Intervensi pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan intervensi di pasar obligasi (bond market) sebagai respons atas pelemahan nilai tukar rupiah. Purbaya menyatakan pihaknya akan mengaktifkan instrumen seperti Bond Stabilization Fund (BSF) agar imbal hasil (yield) tidak terlalu tinggi."Gunakan Bond Stabilization Fund kan, tapi belum fund semuanya kita aktifkan di instrumen yang kita punya di sini. Besok mulai jalan," ucap Purbaya.
Meski Rupiah terdepresiasi, Menkeu meyakini keuangan negara tetap aman karena pemerintah telah menghitung simulasi efek kenaikan harga minyak dan pelemahan Rupiah ke dalam APBN hingga akhir tahun.
Purbaya tetap menyerahkan solusi penanganan utama nilai tukar kepada Bank Indonesia sebagai pengampu tugas stabilitas moneter. Kemenkeu hanya akan membantu secara bertahap melalui pasar Surat Berharga Negara (SBN) mulai 13 Mei 2026.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com