Prajurit TNI membantu evakuasi warga Kapuk Muara yang terdampak banjir. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.
TNI Evakuasi Puluhan Warga Terdampak Banjir di Kapuk Muara
Yurike • 23 January 2026 19:46
Jakarta: Prajurit TNI bersama petugas gabungan lainnya membantu proses evakuasi warga terdampak banjir di Kapuk Muara, Jakarta Utara (Jakut). Sebab, wilayah tersebut masih terendam air setinggi 50-80 sentimeter (cm) hingga Jumat sore, 23 Januari 2026.
Danramil 02/Penjaringan, Kapten Inf Noldy Delius Stepanus Tana, mengatakan pihaknya mengerahkan 15 personel dalam penanganan banjir di lokasi tersebut. Dia menjelaskan, banjir terjadi karena hujan dan juga luapan Kali Angke.
"Kami membantu evakuasi warga dan memberikan bantuan makanan ataupun snack kepada warga sekitar yang terdampak," kata Kapten Noldy, di Kapuk Muara, Jumat, 23 Januari 2026.
Evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu karet. Seorang lansia juga tampak dibantu turun dari perahu karet dari Jalan Duta Harapan Indah menuju RW 02.
Begitu juga dengan masyarakat yang hendak bekerja di wilayah tersebut. Mereka memanfaatkan perahu karet tersebut untuk mobilisasi.
Dalam evakuasi dan bantuan makanan, TNI mengerahkan sejumlah prajurit dari Kodim 0502/JU, Koramil 02/Penjaringan, Prajurit Yonif Teritorial Pembangunan 843/PYV, dan Yonif Teritorial Pembangunan 899/BSG.
TNI juga berkoordinasi dengan Puskesmas Penjaringan. Koordinasi dilakukan untuk mengerahkan tim medis yang membawa obat-obatan bagi warga yang terdampak banjir.

Personel TNI dan petugas gabungan membantu proses evakuasi dan mobilitas warga terdampak banjir di Kapuk Muara, Jakut. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.
"Kami mendukung tim kesehatan untuk membawa obat-obatan dan tenaga medis ke daerah RT 6 RW 2 di mana tempat tersebut ketinggian airnya lumayan tinggi 80 sentimeter," ungkap Noldy.
Adapun total pengungsi yang berasal dari warga di Jalan Duta Harapan Indah RT 06 RW 02 Kelurahan Kapuk Muara, ada sebanyak 91 orang. Puluhan warga ini mengungsi di Masjid Nurul Jannah diantaranya 31 laki-laki, 35 perempuan, 6 lansia, 6 anak, dan 13 balita.
"Kita lakukan pengecekan kesehatan untuk yang sakit di sana, jika ada yang flu, tenaga medis ada yang stand by di sana," ujar Noldy.