Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung/Metro TV/Muhammad Alvi
Pramono Segera Lantik 891 ASN DKI untuk Isi Jabatan Strategis
Muhammad Alvi Randa • 20 May 2026 15:22
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan melantik 891 aparatur sipil negara (ASN), untuk mengisi jabatan strategis eselon III dan eselon IV. Pelantikan dilakukan di Balai Kota Jakarta pada Rabu sore, 20 Mei 2026.
Pelantikan massal ini dilakukan untuk memastikan roda birokrasi berjalan optimal. Sehingga, berjalan tanpa kekosongan jabatan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
“Saya memang berkeinginan semua jabatan fungsional maupun struktural itu jangan sampai ada yang menganggur atau mengalami kekosongan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Pramono menegaskan pemilihan hari Rabu sebagai waktu pelantikan bukan keputusan tanpa pertimbangan. Karena, hari Rabu bertepatan dengan sejumlah kebijakan.
"Supaya ASN yang dilantik naik transportasi umum memakai identitas Betawi, Ujung Serong, Encim dan sebagainya," jelas Pramono
Karena itu, Pramono meminta seluruh pejabat yang dilantik datang ke Balai Kota menggunakan transportasi umum dan mengenakan pakaian adat Betawi. Instruksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memperkuat identitas budaya daerah di lingkungan pemerintahan.
.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung/Metro TV/Muhammad Alvi
Pramono menyebutkan pengisian jabatan dilakukan guna mengisi kekosongan Posisi strategis, agar tidak ada lagi posisi yang kosong dan juga Pelaksana tugas (PLT). Pramono menambahkan apabila posisi tersebut sudah ditempati maka pemerintahan akan berjalan lebih baik lagi.
"Karena organisasi itu tercermin bagaimana berjalan dengan baik itu sudah tidak ada lagi Plt. Begitu ada kekosongan langsung diisi,"tegas Pramono.
Setelah proses pelantikan selesai, Pemprov DKI Jakarta langsung memfokuskan perhatian pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mulai menyusun postur anggaran secara cermat untuk mengantisipasi dampak fluktuasi nilai tukar dolar terhadap kondisi ekonomi Jakarta.