Trump Ubah Sistem Peluncuran Jet Kapal Induk AS dari Elektromagnetik ke Uap

Kapal induk USS Abraham Lincoln. (Anadolu Agency)

Trump Ubah Sistem Peluncuran Jet Kapal Induk AS dari Elektromagnetik ke Uap

Muhammad Reyhansyah • 15 August 2026 08:46

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS kembali menggunakan sistem ketapel uap untuk meluncurkan jet dari kapal induk, menggantikan sistem elektromagnetik yang digunakan pada kapal-kapal induk kelas Gerald R. Ford.

Perintah tersebut tertuang dalam memorandum keamanan nasional yang ditandatangani Trump pada Kamis, 13 Agustus 2026. 

Perubahan desain akan diterapkan pada kapal induk Doris Miller, kapal keempat dalam kelas Gerald R. Ford, yang dijadwalkan mulai dibangun pada akhir 2026 dan diserahkan kepada Angkatan Laut pada 2034.

Trump sebelumnya berulang kali mengkritik sistem Electromagnetic Aircraft Launch System (EMALS) karena dinilai terlalu mahal dan rumit dibandingkan ketapel uap.

"Mereka menghabiskan miliaran dolar lebih banyak untuk ketapel listrik dan sistem itu tidak bagus. Sistem itu juga tidak sebagus ketapel uap, terlalu rumit," kata Trump dalam sebuah forum pertahanan di Pennsylvania bulan lalu, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 14 Agustus 2026.

Sementara itu, produsen EMALS, General Atomics, meminta keputusan tersebut dipertimbangkan kembali. Perusahaan itu menilai perubahan desain pada tahap pembangunan saat ini dapat menimbulkan risiko biaya, jadwal, dan integrasi yang signifikan.

Berdasarkan dokumen Pentagon, kapal induk USS Gerald R. Ford telah melakukan 36.863 peluncuran menggunakan EMALS hingga Maret 2026. Sistem tersebut sebelumnya dipilih Angkatan Laut AS dengan pertimbangan biaya operasional jangka panjang dan kebutuhan perawatan yang lebih rendah dibandingkan ketapel uap.

Pembangunan Kapal Angkatan Laut AS

Memorandum yang ditandatangani Trump juga membuka kemungkinan pembangunan kapal Angkatan Laut AS di luar negeri untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Kapal yang dibangun di luar negeri hanya dapat berasal dari perusahaan galangan asing yang telah melakukan investasi “substansial dan berkelanjutan” di galangan kapal Amerika Serikat.

Perusahaan-perusahaan tersebut untuk sementara akan diizinkan membangun hingga dua kapal di galangan induknya di luar negeri. Kapal-kapal itu nantinya akan digunakan untuk menutup kekurangan armada dalam waktu relatif cepat sekaligus melengkapi pembangunan kapal di galangan AS.

Kebijakan tersebut muncul ketika pemerintah AS berupaya meningkatkan kapasitas pembangunan kapal untuk Angkatan Laut.

Salah satu perkembangan yang disebut dalam laporan adalah tawaran Hanwha Group dari Korea Selatan untuk membeli operasi perusahaan pembuat kapal Australia Austal di Amerika Serikat dengan nilai hingga 1,2 miliar dolar AS.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Hanwha memperluas bisnisnya di sektor pertahanan Amerika Serikat.

Baca juga:  7 Prajurit AS Dikabarkan Tewas dalam Perkelahian di Kapal USS Abraham Lincoln

(Willy Haryono)