Rakor Pemulihan Desa Adat Sade, Jasaraharja Putera Dorong Tata Kelola Risiko

Rapat koordinasi lintas sektor pemulihan Desa Adat Sade. (Istimewa)

Rakor Pemulihan Desa Adat Sade, Jasaraharja Putera Dorong Tata Kelola Risiko

Lukman Diah Sari • 28 August 2026 15:24

Lombok: Pemulihan pascakebakaran di kawasan permukiman Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dikebut. Untuk memperkuat pelindungan dan tata kelola risiko pariwisata, PT Jasaraharja Putera turut ambil bagian dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Kamis, 27 Agustus 2026.

Rapat yang digelar di Politeknik Pariwisata Lombok diawali dengan peninjauan langsung ke lokasi terdampak oleh para pemangku kepentingan. Langkah ini diambil guna memperoleh gambaran kondisi terkini sekaligus merumuskan strategi penanganan dan pemulihan yang sesuai dengan kebutuhan aktual masyarakat setempat.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa penanganan Desa Adat Sade memerlukan perencanaan jangka menengah dan panjang yang lebih terarah.

“Pemulihan Desa Adat Sade perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali aktif bekerja dan anak-anak kembali sekolah. Pemerintah telah menyiapkan tim kerja untuk mendata masyarakat terdampak dan mengoordinasikan dukungan yang dibutuhkan hingga penampungan donasi," ujar Widiyanti.


Kebakaran telah menghanguskan permukiman adat Suku Sasak di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB. Foto: Dok. Kemenbud.

Mengingat pembangunan kembali kawasan ini membutuhkan sumber daya yang masif, Widiyanti menyoroti pentingnya keterlibatan pihak swasta dan pemangku kepentingan lainnya.

"Ke depan, pembangunan rumah adat juga harus memperhatikan teknologi dan aspek keselamatan sehingga Sade dapat menjadi proyek percontohan dalam membangun desa adat yang tangguh terhadap bencana,” tegasnya.

Penguatan Manajemen Risiko Pariwisata

Sejalan dengan arahan pemerintah, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menyatakan partisipasi pihaknya berfokus pada penguatan tata kelola dan pengelolaan risiko. Hal ini penting guna menciptakan ekosistem pariwisata yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang terjadi di Desa Adat Sade dan dampaknya terhadap masyarakat. Kami memandang pengelolaan risiko sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun destinasi pariwisata yang aman dan berkelanjutan," papar Abdul. Ia menambahkan, sinergi ini menjadi wujud nyata komitmen Jasaraharja Putera untuk terus 'Melayani Sepenuh Hati' di sektor pariwisata.

"Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, PT Jasaraharja Putera berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan pemahaman dan pengelolaan risiko, sehingga pelindungan bagi masyarakat maupun wisatawan dapat semakin optimal," jelasnya.


Rapat koordinasi lintas sektor pemulihan Desa Adat Sade. (Istimewa)

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran lengkap dari pemerintah pusat hingga daerah. Di antaranya perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bappenas, Gubernur NTB, Bupati Lombok Tengah, hingga jajaran Dinas Pariwisata tingkat provinsi dan kabupaten. Selain itu, hadir pula mitra strategis seperti Direktur Utama ITDC dan jajaran direksi PT Amerta Indah Otsuka.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak sekadar berfokus pada pemulihan fisik pascakejadian, tetapi juga memperkuat mitigasi berkelanjutan agar risiko serupa dapat diantisipasi dengan lebih baik di masa mendatang.

(Lukman Diah Sari)