MUI Ajak Umat Gelar Salat Minta Hujan Atasi Kekeringan hingga Karhutla

Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis. Foto: Antara.

MUI Ajak Umat Gelar Salat Minta Hujan Atasi Kekeringan hingga Karhutla

Anggi Tondi Martaon • 4 September 2026 11:40

Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam di seluruh Indonesia untuk menggelar Salat Istisqa guna memohon diturunkannya hujan. Selain mengatasi kekeringan, hujan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi.

"Kemarau dan kekeringan melanda kita, bahkan karhutla masih terus terjadi. Mari doakan mudah-mudahan segera turun hujan di Indonesia, di tempat-tempat kemarau dan kebakaran. Bahkan kami mengajak umat untuk Shalat Istisqa (minta hujan)," ujar Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis dikutip dari Antara, Jumat, 4 September 2026.

Menurut Cholil, Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual. Selain usaha teknis dan fisik yang dilakukan oleh pemerintah serta petugas pemadam kebakaran di lapangan, doa bersama dinilai menjadi dorongan moral dan spiritual yang sangat penting.

Fenomena kemarau panjang tahun ini telah memicu krisis air bersih di kawasan pemukiman warga serta memperluas titik panas (hotspot) di sejumlah kawasan hutan Indonesia. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap karhutla.

Cholil berharap pengurus masjid, lembaga keagamaan, serta masyarakat luas di wilayah yang terdampak dapat segera mengoordinasikan pelaksanaan Shalat Istisqa secara berjamaah.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Antara.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan tren titik panas karhutla Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali meningkat setelah sebelumnya menurun, membuat kedua provinsi itu menjadi prioritas utama penanganan.

"Setelah kemarin semua enam provinsi yang prioritas trennya turun, namun hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," kata Menhut.

(Anggi Tondi)