Kehancuran di Beirut, Lebanon akibat serangan Israel. Foto: The New York Times
AS Akan Jadi Tuan Rumah Negosiasi Israel dan Lebanon Minggu Depan
Fajar Nugraha • 10 April 2026 07:17
Washington: Israel dan Lebanon akan mengadakan pembicaraan minggu depan di Washington, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Kamis 9 April 2026.
Tetapi meskipun bersedia untuk melakukan pembicaraan, Israel masih tetap menyerang lebanon. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, korban tewas dalam serangan dua hari terakhir mencapai 303 jiwa.
Rencana pembicaraan ini diumumkan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional bahwa pengeboman Israel dapat menghancurkan gencatan senjata AS-Iran yang sudah rapuh.
Serangan terberat Israel terhadap Lebanon sejak Hizbullah memasuki perang Timur Tengah pada awal Maret menewaskan ratusan orang pada hari Rabu, mengguncang gencatan senjata yang rapuh antara Washington dan Teheran kurang dari 48 jam setelah diberlakukan.
"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Kementeran akan menjadi tuan rumah pertemuan minggu depan untuk membahas negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Israel dan Lebanon," kata pejabat AS tersebut, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat 10 April 2026.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya pada Kamis telah memerintahkan para menterinya untuk mencari pembicaraan langsung dengan Lebanon, mendorong perlucutan senjata Hizbullah yang didukung Iran.
Namun, seorang pejabat pemerintah Lebanon mengatakan kepada AFP setelah pengumuman Netanyahu bahwa Beirut membutuhkan gencatan senjata sebelum memulai negosiasi apa pun dengan Israel, sehari setelah serangan mematikan di seluruh Lebanon.
"Lebanon menginginkan gencatan senjata sebelum memulai negosiasi," kata pejabat pemerintah Lebanon tersebut, yang mengetahui masalah ini dan meminta agar identitasnya dirahasiakan.
Baik Israel maupun Lebanon belum secara terbuka mengkonfirmasi pembicaraan AS untuk minggu depan.
Hizbullah mengatakan mereka terlibat dalam pertempuran jarak dekat melawan pasukan Israel di darat di Lebanon selatan pada hari Kamis. Sementara otoritas Lebanon mengatakan serangan Israel menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 orang pada hari sebelumnya.
Kelompok yang bersekutu dengan Iran itu juga mengatakan telah menembakkan roket ke arah Israel pada Kamis sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir, mengunjungi pasukan darat di Lebanon pada Kamis, dan mengatakan kepada mereka bahwa Hizbullah menderita "pukulan berat" dari serangan sehari sebelumnya.
Perintah Netanyahu untuk negosiasi langsung dengan pemerintah Lebanon difokuskan pada pelucutan senjata Hizbullah, menurut pernyataan dari kantornya, tetapi ia tidak menawarkan jeda langsung dari serangan udara.
Seorang anggota parlemen Hizbullah kemudian menegaskan kembali "penolakan kelompoknya terhadap negosiasi langsung apa pun antara Lebanon" dan Israel.
Perintah evakuasi
Militer Israel pada Kamis mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk pinggiran selatan Beirut dan mengatakan mereka menyerang lokasi peluncuran Hizbullah di Lebanon.Khawatir gencatan senjata mungkin terancam, Brussel, Moskow, dan Ankara menuntut agar gencatan senjata AS-Iran diperluas ke Lebanon.
Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan bahwa "keseriusan Israel dalam melancarkan perang di sana dapat menyebabkan proses perdamaian secara keseluruhan gagal, dan itu tidak boleh dibiarkan terjadi".
"Mari kita perjelas, mereka salah," kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kepada ITV News ketika ditanya tentang desakan Israel bahwa Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Teheran melihat Lebanon sebagai "bagian yang tak terpisahkan dari gencatan senjata", sementara Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan serangan Israel membuat pembicaraan dengan utusan AS yang direncanakan pada akhir pekan di Pakistan menjadi "tidak berarti".
Di mana Hizbullah
Namun baik Israel maupun AS bersikeras bahwa pertempuran di Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata."Pesan kami jelas: siapa pun yang bertindak melawan warga sipil Israel, kami akan menyerang mereka. Kami akan terus menyerang Hizbullah di mana pun diperlukan," kata Netanyahu dalam sebuah unggahan di media sosial.
Pertahanan sipil Lebanon mengatakan beberapa jenazah masih berada di bawah reruntuhan setelah serangan hari Rabu.
"Kami tidak tahu di mana keponakan saya berada tim penyelamat telah bekerja tanpa lelah sejak kemarin, tetapi mereka belum menemukannya," kata Taha Qarqamaz, warga Beirut, kepada AFP.
"Lihat, ini buku catatan sekolah, catatan kelas, buku! Di mana Hizbullah di sini? Tidak ada Hizbullah di lingkungan ini!" protes temannya, Khaled Salam.
Presiden Donald Trump mengklaim kemenangan dalam perang Timur Tengah setelah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran untuk memungkinkan pembicaraan antara negosiator AS dan Iran yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan ribuan orang dan menjerumuskan ekonomi global ke dalam kekacauan.