Banjir di Demak surut menyisakan kerusakan lingkungan cukup parah dan banyak warga kehilangan tempat tinggal. Foto: MI/AS.
Banjir Demak Telan Korban Jiwa, Puan Dorong Solusi Permanen
Fachri Audhia Hafiez • 7 April 2026 18:35
Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani memberikan perhatian serius terhadap bencana banjir besar yang kembali merendam Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Selain merusak ribuan rumah dan lahan pertanian, bencana kali ini turut memakan korban jiwa seorang anak berusia 8 tahun yang hanyut terbawa arus akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
“Banjir di Demak ini sudah sering terjadi, dan menjadi catatan kita bersama. Tentunya menjadi keprihatinan bagi DPR karena banjir kali ini menyebabkan adanya korban jiwa, dan dukacita mendalam kami sampaikan kepada pihak keluarga,” ujar Puan dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.
Puan mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani titik-titik rawan banjir yang terus berulang di wilayah tersebut. Berdasarkan data BPBD Demak, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul sungai di beberapa titik dengan panjang antara 10 hingga 30 meter pada Jumat, 3 April lalu, yang mengakibatkan 2.839 warga harus mengungsi.
Mantan Menko PMK ini mengingatkan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan logistik masyarakat terpenuhi. Puan menyoroti kondisi pengungsi yang mulai membutuhkan penanganan medis dan meminta petugas di lapangan untuk aktif melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Penting agar instansi terkait segera memberi penanganan kesehatan bagi warga korban banjir yang membutuhkan. Lakukan jemput bola dengan memeriksa kondisi di setiap wilayah maupun pengungsian,” tegas Puan.
Selain itu, Puan meminta adanya pendampingan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat. Beberapa hunian dilaporkan hanya menyisakan atap atau fondasi akibat tersapu derasnya arus banjir bandang.
Puan menilai, berulangnya bencana di lokasi yang sama menunjukkan lemahnya sistem mitigasi dan perlindungan terhadap wilayah rawan. Ia meminta penjelasan terbuka mengenai evaluasi teknis infrastruktur tanggul yang seharusnya sudah masuk dalam peta kerentanan prioritas.
“Masyarakat perlu mendapat penjelasan yang lebih terbuka mengenai apakah titik tanggul yang jebol memang sudah masuk dalam peta kerentanan prioritas, bagaimana evaluasi teknis dilakukan sebelum kejadian. Risiko lama terkait bencana banjir berulang ini harus segera diatasi,” tuturnya.
.jpg)
Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Dok. Istimewa.
Tak hanya soal banjir, Puan juga memperingatkan pemerintah mengenai ancaman fenomena El Nino yang diprediksi memicu kekeringan panjang pada periode Juni hingga Agustus 2026. Ia menekankan bahwa Pulau Jawa sebagai pusat produksi pangan nasional harus dijaga agar pasokan dan harga kebutuhan pokok tidak meroket.
“Pemerintah dari berbagai instansi harus mampu menyiapkan sistem yang efektif sebagai bentuk antisipasi demi memastikan dampak El Nino ekstrem tak banyak mempengaruhi kesejahteraan rakyat,” kata Puan.