Pramono Sosialisasi Pendidikan Pancasila, Tak Ingin Sekadar Hafalan di Kelas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Pramono Sosialisasi Pendidikan Pancasila, Tak Ingin Sekadar Hafalan di Kelas

Aris Setya • 7 April 2026 16:20

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka acara sosialisasi pembelajaran pendidikan Pancasila pada satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, SMK di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 7 April 2026. Pramono menekankan pentingnya mengubah paradigma pendidikan Pancasila dari sekadar hafalan dogmatis menjadi praktik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

"Saya sungguh berharap bahwa Pancasila itu hadir di dalam ruang diskusi yang hidup di kelas. Jangan bersifat dogmatis. Dengan mengaitkan proses pembelajaran para siswa dengan hal-hal up to date apa yang terjadi pada masyarakat saat ini," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Menurutnya, ideologi Pancasila relevan dalam setiap perkembangan zaman. Dengan mempelajari dan mendalami nilai-nilai Pancasila, Pramono meyakini kehidupan bermasyarakat akan terbangun menjadi lebih baik. 

Ia mencontohkan praktik nyata yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui kebijakan yang inklusif. Seperti perayaan berbagai hari besar keagamaan, mulai dari Christmas Carol, Imlek, pawai Ogoh-ogoh saat Nyepi, hingga menyambut Ramadan dan Idulfitri. 

"Bahkan selama ini yang namanya Balai Kota, kebetulan sekarang masih ornamennya adalah ornamen Idulfitri. Balai Kota pada saat Christmas yang lalu, Balai Kota itu betul-betul ornamennya adalah ornamen Christmas," ujar Pramono.

Perayaan berbagai hari besar keagamaan di Jakarta pun memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta dan pendapatan daerah. Melalui berbagai pesta diskon di pusat perbelanjaan dan insentif pajak yang diberikan selama program mudik ke Jakarta, mampu meningkatkan nilai transaksi belanja sebesar Rp67,5 triliun. 

Peningkatan transaksi belanja itu juga mendorong capaian pajak daerah yang telah melebihi target. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga momentum baik tersebut.

Selain itu, Gubernur berpesan agar proses pembelajaran nilai-nilai Pancasila dilakukan dengan menyenangkan dan penuh makna. Ia tak ingin anak didik hanya diminta untuk menghafal Pancasila namun tak memahami makna mendalamnya. 

"Kalau hafalan pasti saya yakin di ruang ini semuanya hafal Pancasila. Tetapi menjadi menyenangkan terutama bagi para siswa itu adalah sesuatu hal yang lebih kuat, lebih dalam, lebih bermakna," ungkap Pramono.

Tak hanya itu, orang nomor satu di DKI Jakarta ini ingin agar pembelajaran Pancasila dilakukan dengan menyatukan nilai di keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi satu potret kehidupan utuh. "Kalau itu sudah menjadi satu dan bisa bertahan sampai dengan hari ini, saya yakin itu sudah menjadi kekuatan yang luar biasa," kata Pramono.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Pramono ingin Jakarta bisa menjadi role model pembelajaran Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, melalui berbagai kegiatan keberagaman yang mencerminkan Jakarta sebagai kota global, multikultur, dan rumah bagi semuanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi menjelaskan, saat ini terdapat perubahan signifikan dalam komposisi pembelajaran pendidikan Pancasila, yakni 30 persen merupakan materi teori dan 70 persen praktik lapangan. 

"Dari situ nanti akan lahir anak didik atau yang akan menjadi tokoh-tokoh bangsa itu, bisa menghayati itu dalam kehidupan sehari-hari," kata Yudian. 

BPIP berharap Jakarta sebagai ibu kota bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Sebab, kata dia, mau tidak mau sebuah peradaban, sebuah pemerintahan itu diukur dengan ibu kota.

"Nah jadi dari DKI ini yang tadi kota metropolitan, multikultur, global, itu akan menetes ke bawah. Jadi lebih memudahkan memberikan teladan kepada semua lembaga pendidikan di seluruh Indonesia," kata Yudian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)