Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo (kedua dari kiri). (ANTARA/HO-BSKDN)
BSKDN Kemendagri Ingatkan Pentingnya Siklus Pembaruan Inovasi Daerah
Achmad Zulfikar Fazli • 15 April 2026 22:41
Jakarta: Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan inovasi daerah harus terus berkembang dan tidak berhenti pada satu capaian. Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan inovasi daerah adalah menjaga keberlanjutan.
"Kita perlu memahami, inovasi memiliki siklus hidup, ketika sudah mencapai titik kematangan, maka harus segera dibuka ruang untuk pembaruan berikutnya. Jika tidak, inovasi akan stagnan dan kehilangan relevansinya," kata Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo dalam keterangan diterima di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 15 April 2026.
Hal ini disampaikan Yusharto dalam paparannya pada kegiatan "Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah" yang diselenggarakan oleh Bapperida Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) di Gedung Abdul Wahid Amuntai, Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan.
Dalam paparannya, Yusharto mengingatkan pemerintah daerah perlu mengidentifikasi momentum untuk menciptakan jendela inovasi baru sebagai kelanjutan dari inovasi yang sudah ada. Upaya itu menjadi kunci agar inovasi tetap adaptif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat dan dinamika pembangunan.
Dia menyampaikan inovasi daerah bukan hanya soal menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.
"Keberhasilan inovasi itu tidak hanya diukur dari segi kuantitas jumlahnya, tetapi dari kualitasnya. Artinya, sejauh mana inovasi tersebut terus berkembang, diperbarui, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar dia.

Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo (kedua dari kiri). (Dok. BSKDN Kemendagri)
Baca Juga:
Dorong Lompatan Inovasi, Kemendagri Minta Pemkab Tabalong Perkuat Kolaborasi |
Dia juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU memperkuat ekosistem inovasi, termasuk melalui peningkatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan serta penguatan pemantauan dan evaluasi secara berkala.
Yusharto mengharapkan perangkat daerah di Kabupaten HSU dapat semakin memahami pentingnya pengelolaan inovasi secara berkelanjutan, mulai dari tahap perencanaan, implementasi hingga evaluasi dan pengembangan lanjutan.
"Bapak/ibu sekalian harus yakin, ke depannya kita wujudkan sama-sama ekosistem inovasi yang semakin baik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan kolaborasi yang semakin luas," tutur dia.