Waspada Takjil Berbahaya, Pemkot Jaksel Temukan Takjil Berformalin

Pemkot Jaksel bersama BPOM menemukan formalin dan pewarna tekstil di pasar takjil Jalan Karya Utama, kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Waspada Takjil Berbahaya, Pemkot Jaksel Temukan Takjil Berformalin

Fachri Audhia Hafiez • 4 March 2026 21:29

Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan kandungan zat berbahaya pada jajanan takjil di Jalan Karya Utama, Gandaria Utara, Kebayoran Baru. Dalam inspeksi mendadak tersebut, petugas mendapati adanya penggunaan formalin dan pewarna tekstil (Rhodamin B) pada sejumlah makanan yang dijajakan untuk berbuka puasa.

"Tiga sampel di antaranya mengandung formalin dan pewarna tekstil Rhodamin B," ujar Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho, saat ditemui di lokasi pasar takjil, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 4 Maret 2026.
 


Ali menjelaskan bahwa pihaknya bersama BPOM telah mengambil sedikitnya 39 varian sampel untuk diuji laboratorium secara langsung di lokasi. Selain melakukan pengujian fisik, Pemkot Jakarta Selatan juga menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang mengenai risiko penggunaan zat kimia non-pangan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

"Ini tentu zat berbahaya dan tadi sudah saya tanyakan kepada BPOM langkah apa yang patut dilakukan oleh Pemkot. Yaitu, menyosialisasikan dan mengedukasi," ucap Ali.


Pemkot Jaksel bersama BPOM menemukan formalin dan pewarna tekstil di pasar takjil Jalan Karya Utama, kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Sebagai langkah tegas, Pemkot Jakarta Selatan telah meminta BPOM untuk menelusuri rantai distribusi dan produsen nakal yang memasok bahan baku berbahaya tersebut. Ali memastikan Satuan Tugas (Satgas) pangan yang terdiri dari Sudin PPKUKM, Kesehatan, hingga KPKP akan terus memantau keamanan pangan di seluruh wilayah Jakarta Selatan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

"Saya sudah minta kepada BPOM untuk menelusuri produsen tersebut dan diambil langkah-langkah yang menurut ketentuan yang ada," ucap Ali.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)