Begini Cara Operation Epic Fury Lumpuhkan Sistem Pertahanan Iran

Laporan Financial Times menyebut serangan yang menewaskan Khamenei didukung intelijen bertahun-tahun dan rudal presisi jarak jauh. (Anadolu Agency)

Begini Cara Operation Epic Fury Lumpuhkan Sistem Pertahanan Iran

Willy Haryono • 4 March 2026 09:39

Teheran: Rincian mengenai operasi intelijen tingkat tinggi yang berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mulai terungkap ke publik.

Operasi berkode Operation Epic Fury disebut sebagai puncak dari kampanye intelijen jangka panjang yang melibatkan teknologi canggih dan jaringan aset manusia.

Laporan media internasional, termasuk dari Financial Times, menyebut intelijen Israel telah meretas hampir seluruh kamera lalu lintas di Teheran selama bertahun-tahun.

Data visual tersebut dianalisis untuk membangun “pattern of life” para pejabat dan pengawal senior Iran, termasuk rute perjalanan, jadwal rutin, hingga lokasi sensitif di sekitar kompleks kepemimpinan di Jalan Pasteur.

Operasi ini disebut mengandalkan kemampuan Unit 8200, divisi intelijen sinyal Israel, serta badan intelijen Mossad. Menjelang serangan, sistem komunikasi seluler di sekitar kompleks dilaporkan terganggu, sehingga tim pengawal tidak dapat menerima peringatan dini.

Seorang pejabat intelijen Israel dikutip menyatakan bahwa pengumpulan data jangka panjang memungkinkan mereka mengenali dinamika ibu kota Iran secara detail.

Peran Intelijen AS dan Serangan Siber

Sumber menyebutkan kepastian keberadaan Khamenei pada Sabtu pagi diperoleh melalui konfirmasi aset manusia yang dikaitkan dengan Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump dilaporkan memberikan otorisasi operasi saat berada di Air Force One. Militer AS kemudian meluncurkan serangan siber untuk melumpuhkan sistem radar dan komunikasi Iran, membuka jalur bagi jet tempur Israel.

Sekitar 30 amunisi presisi dilepaskan ke kompleks tersebut saat sejumlah pejabat senior Iran tengah berkumpul. Serangan dilakukan pada pagi hari untuk memaksimalkan kejutan taktis.

Militer Israel menyatakan keputusan waktu tersebut memungkinkan tercapainya efek kejutan meskipun Iran berada dalam kondisi siaga tinggi. Amunisi yang digunakan diduga merupakan rudal jenis Sparrow yang mampu menjangkau target kecil dari jarak lebih dari 1.000 kilometer.

Pergeseran Doktrin dan Dampak Strategis

Tewasnya Khamenei dinilai menandai perubahan signifikan dalam kalkulasi militer Israel, yang sebelumnya berhati-hati terhadap penargetan kepala negara.

Meski AS dan Israel mengklaim keberhasilan taktis dalam melumpuhkan pusat pengambilan keputusan Iran, pertanyaan besar kini tertuju pada konsekuensi strategis jangka panjang.

Dunia internasional menantikan bagaimana sisa kekuatan militer Iran dan jaringan proksinya di kawasan akan merespons perkembangan terbaru ini.

Konflik yang memasuki hari kelima tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan di medan operasi belum tentu menjamin stabilitas kawasan dalam jangka panjang. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Operasi Intelijen Jangka Panjang di Balik Serangan yang Tewaskan Khamenei

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)