Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.
Rupiah Dibuka ke Rp17.879/USD Kamis Pagi
Eko Nordiansyah • 13 August 2026 09:14
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan saat dolar AS berhasil pulih usai sempat tertekan rilis data inflasi AS.
Mengutip data Bloomberg, Kamis, 13 Agustus 2026, rupiah berada di level Rp17.879 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun dua poin atau setara 0,01 persen dari Rp17.877 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.871 per USD. Rupiah bergerak melemah dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin sebesar Rp17.819 per USD.
Baca Juga :
Dolar AS Pulih usai Sempat Tertekan Data Inflasi
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Rupiah fluktuatif cederung melemah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Rupiah akan bergerak di rentang Rp17.870 per USD hingga Rp17.940 per USD.Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi ketegangan yang masih berlangsung antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu sentimen yang memengaruhi pasar.
Selain itu, inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan dapat mengurangi tekanan bagi The Fed untuk memperketat kebijakan. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi berpotensi kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Dari dalam negeri, lanjut Ibrahim, pergerakan rupiah turut dipengaruhi kondisi konsumsi domestik. Penjualan ritel tercatat turun 3,0 persen secara tahunan pada Juni 2026, meski kontraksinya membaik dibandingkan penurunan 3,9 persen pada bulan sebelumnya.
Selanjutnya, Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah pusat mencapai Rp10.293,69 triliun hingga 30 Juni 2026. Posisi tersebut membuat rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 41,26 persen.