Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa)
Dedi Mulyadi Kenang Danny Setiawan Sebagai Sosok Senior Bijaksana
P Aditya Prakasa • 19 September 2026 16:04
Bandung: Mantan Bupati Purwakarta yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengenang mantan Gubernur Jawa Barat periode 2003–2008, almarhum Danny Setiawan sebagai sosok senior yang bijaksana dan terbuka terhadap pemikiran anak muda. Menurut Dedi, Danny meninggalkan sejumlah kontribusi bagi pembangunan di Tanah Pasundan.
Dedi mengatakan komunikasinya dengan Danny Setiawan terjalin sejak dirinya menjabat Wakil Bupati Purwakarta pada awal 2000-an. Saat itu, Danny masih menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat sebelum terpilih sebagai gubernur.
"Saya dengan Pak Danny Setiawan itu kenal lama ya, sejak saya masih Wakil Bupati dan beliau Sekretaris Daerah, kemudian terpilih jadi Gubernur. Waktu itu, sebagai wakil bupati, tentu saya punya keterbatasan dalam mewujudkan ide. Namun, salah satu ide saya yang direspons dan berwujud nyata adalah sekolah berbasis kesundaan, yakni SDK Kahuripan Padjadjaran," ucap dia di rumah duka, Kota Bandung, Sabtu 19 September 2026.
Baca Juga :
Menurut Dedi, sekolah berkonsep ekologi dan kearifan lokal itu mulanya sempat mengalami kendala teknis anggaran ketika bantuan awal sebesar Rp500 juta tergeser. Danny turun tangan dan menjamin bantuan lanjutan hingga bangunan sekolah megah itu berdiri kokoh di Purwakarta hingga hari ini.
Selain dalam ranah pemerintahan, Dedi mengenang peran Danny di panggung politik Jawa Barat. Dedi mengaku sempat menjadi salah satu figur yang aktif mendorong Danny memimpin DPD Partai Golkar Jawa Barat, meski dalam perjalanannya Danny memilih mundur hingga tampuk kepemimpinan beralih ke Uu Rukmana.
Dukungan moril Danny sangat membekas ketika Dedi memutuskan maju bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purwakarta untuk periode pertamanya sebagai Bupati.
"Saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati periode pertama, beliau yang menopang saya dengan memberikan pemahaman, gagasan, dan mendorong saya untuk terus maju. Beliau sangat berjasa di Purwakarta dan memberikan kontribusi hingga pencapaian saya hari ini," ucap dia.
Di balik hubungan harmonis tersebut, Dedi secara terus terang mengungkap sisi "pemberontakannya" semasa menjabat orang nomor dua di Purwakarta. Momen yang paling tak terlupakan terjadi saat wilayah Bandung Raya dilanda status darurat sampah.
Kala itu, Pemprov Jawa Barat di bawah komando Danny Setiawan menetapkan Purwakarta sebagai lokasi pembuangan sampah regional. Namun, Dedi dengan tegas menolak instruksi tersebut.
"Saya ini kan wakil bupati yang nakal, saya tidak setuju dan menolak. Saya ditelepon langsung, katanya sudah diputuskan oleh Muspida Provinsi. Saya jawab dengan bahasa Sunda, 'Pokoknya saya mah enggak setuju, embung (tidak mau) jadi pembuangan sampah'. Akhirnya Pak Danny dengan sangat bijak memindahkan lokasi ke Sarimukti, Bandung Barat. Asalnya itu ke Purwakarta," papar Dedi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa)
Dedi juga mengenang saat dirinya ditegur Danny Setiawan dalam rapat kepala daerah se-Jawa Barat di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang. Saat para kepala daerah dan pejabat mengenakan seragam dinas, Dedi datang dengan pakaian serba hitam khas Sunda.
"Saya ditegur langsung, 'Atuh pakai baju lah yang rapi sesuai aturan'. Saya jawab santai, 'Nu penting mah Pak, gawena (yang terpenting kinerjanya)'. Itu momen kenangan yang membekas sekali antara saya dengan beliau," ucap Dedi.
Menyinggung warisan kebijakan, Dedi mengapresiasi perhatian besar duet kepemimpinan Nuriana-Danny Setiawan terhadap ekonomi perdesaan melalui program unggulan Raksa Desa dan Daka Balarea.
Meski demikian, Dedi mengevaluasi skema pinjaman dana bergulir dalam program tersebut kerap macet di lapangan. Konsep itu kini ia transformasikan ke bentuk bantuan infrastruktur fisik secara langsung dari provinsi.
"Konsepnya dulu pinjaman uang bergulir, tapi kita tahu uang bergulir kerap macet. Makanya hari ini konsepnya saya ubah menjadi pembangunan infrastruktur langsung di pedesaan oleh provinsi, agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat dan tidak menjadi dana bancakan," jelas dia.
Almarhum Danny Setiawan rencananya dikebumikan di peristirahatan terakhir pemakaman keluarga di kawasan Cihideung, Kabupaten Purwakarta.
Dedi mengaku belum dapat bertolak langsung ke Purwakarta pada hari yang sama lantaran telah terikat agenda menjadi narasumber akademis di Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama media nasional.
"Kebetulan hari ini saya harus ke Unpad ada acara. Kalau dibatalkan, narasumbernya hilang, kasihan penyelenggara. Namun komunikasi tetap berjalan dengan putra dan menantu beliau yang kebetulan satu kantor dengan saya," kata Dedi.
Diketahui, Gubernur Jawa Barat periode 2003–2008, almarhum Danny Setiawan telah meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB, Sabtu 19 September 2026. Jenazah disolatkan di Masjid Gedung Sate, dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Kabupaten Purwakarta.