Ilustrasi kereta api. Foto: Istimewa.
Jaraknya Relatif Dekat, Ini 5 Rute Kereta Api Terpendek di Indonesia
Silvana Febiari • 19 September 2026 09:25
Jakarta: Perjalanan menggunakan kereta api di Indonesia identik dengan rute antarkota yang menempuh jarak cukup jauh. Namun, ternyata ada sejumlah perjalanan kereta api dengan jarak yang relatif dekat.
Meski tidak menempuh perjalanan sejauh kereta api antarkota pada umumnya, setiap rute tetap menawarkan pengalaman berbeda. Penumpang dapat menikmati perjalanan sekaligus melihat beragam pemandangan dan melewati jalur kereta api yang memiliki cerita tersendiri.
Melansir akun Instagram @kai121_, berikut lima perjalanan kereta api dengan rute relatif pendek di Indonesia.
KA Pangrango: Bogor Paledang–Sukabumi (57 Kilometer)
Kereta Api Pangrango melayani perjalanan dari Stasiun Bogor Paledang menuju Sukabumi dengan jarak sekitar 57 kilometer. Rute ini melintasi jalur Bogor–Sukabumi yang merupakan salah satu jalur kereta api tertua di Jawa Barat.Nama Pangrango sendiri diambil dari Gunung Pangrango. Gunung tersebut bahkan dapat terlihat dari balik jendela kereta ketika perjalanan memasuki kawasan Cigombong.
Selain itu, perjalanan KA Pangrango menawarkan pemandangan khas Jawa Barat. Penumpang dapat menikmati panorama lembah, perbukitan, hingga persawahan sepanjang perjalanan.

Kereta Api (KA) Pangrango lintas Sukabumi - Bogor (PP). (Antara/HO/Humas KAI)
KA Siliwangi: Sukabumi–Cipatat (67 Kilometer)
Kereta Api Siliwangi melayani rute Sukabumi–Cipatat dengan jarak sekitar 67 kilometer. KA ini mulai beroperasi pada 8 Februari 2014 dengan melayani rute Sukabumi–Cianjur.Pada awal pengoperasiannya, kereta ini menyediakan kelas ekonomi dan eksekutif. Layanan tersebut kemudian mengalami perubahan.
Pada 19 Februari 2016, KA Siliwangi beralih menjadi kereta dengan layanan kelas ekonomi. Rutenya diperpanjang hingga Stasiun Cipatat pada 21 September 2020.
KA Arjuno Ekspres: Malang–Surabaya Gubeng (93 Kilometer)
Kereta Api Arjuno Ekspres menempuh perjalanan sejauh sekitar 93 kilometer dari Malang menuju Surabaya Gubeng. Nama Arjuno diambil dari Gunung Arjuno, gunung berapi berbentuk kerucut yang tidak aktif dan berada di wilayah perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan.Perjalanan KA Arjuno Ekspres juga memiliki catatan tersendiri. Kereta ini sempat beberapa kali vakum sebelum kembali beroperasi pada 19 Maret 2021. Saat kembali beroperasi, KA Arjuno Ekspres hadir sebagai kereta fakultatif yang hanya berjalan pada akhir pekan.

Stasiun Malang/Dok. Humas KAI Daop 8 Surabaya
KA Banyubiru: Semarang Tawang–Solo Balapan (108 Kilometer)
Selanjutnya ada KA Banyubiru yang melayani rute Semarang Tawang–Solo Balapan dengan jarak sekitar 108 kilometer. Perjalanan kereta ini bukan sekadar menghubungkan Semarang dan Solo. Rutenya juga melintasi jalur kereta api pertama di Indonesia yang dibuka pada 10 Agustus 1867.Dalam perjalanannya, KA Banyubiru melewati sejumlah stasiun heritage yang telah berusia lebih dari satu abad. Kereta ini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari bisnis dan pendidikan hingga wisata.
KA Blora Jaya: Semarang Poncol–Cepu (141 Kilometer)
Kereta Api Blora Jaya menempati urutan berikutnya dengan rute Semarang Poncol–Cepu sepanjang sekitar 141 kilometer. Kereta ini telah beroperasi sejak 15 Oktober 2009 dengan nama Blora Jaya Ekspres.Kehadirannya menjadi penghubung penting antara Semarang dan wilayah timur Jawa Tengah. Salah satu hal menarik dari rute ini adalah perjalanan menuju Cepu. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat sejarah industri minyak dan gas bumi di Indonesia.
Kelima kereta tersebut menunjukkan bahwa perjalanan kereta api tidak selalu harus menempuh ratusan kilometer untuk memiliki peran penting. Selain membantu perjalanan sehari-hari, rute-rute tersebut juga menawarkan pengalaman tersendiri melalui jalur bersejarah, pemandangan alam, hingga kawasan yang memiliki cerita panjang.