Petugas Basarnas KN SAR Antasena melakukan navigasi laut saat operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, Selasa, 15 September 2026. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz
Polda Banten Cocokkan DNA Keluarga Rombongan Jurnalis Hilang dengan Jenazah di Enggano
Silvana Febiari • 15 September 2026 13:31
Serang: Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengonfirmasi proses pencocokan data DNA keluarga rombongan jurnalis dan kru kapal yang hilang di Selat Sunda sedang berlangsung. Data tersebut dicocokkan dengan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi Maruli Hutapea mengatakan pencocokan data DNA tersebut dilakukan Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu.
"Kami sudah berikan data Antemortem ke Polda Bengkulu dan saat ini masih menunggu hasilnya," kata Maruli, dilansir dari Antara, Selasa, 15 September 2026.
Baca Juga :
Area Pencarian 5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau Diperluas ke Pesisir Bengkulu-Pulau Enggano
Ia belum menjelaskan secara rinci pihak yang menyerahkan sampel DNA maupun waktu penyerahannya. Namun, Polda Banten langsung berkoordinasi intensif dengan Polda Bengkulu setelah menerima informasi mengenai temuan jenazah di Pulau Enggano.
"Langsung respon cepat berkoordinasi dengan Polda Bengkulu, setelah mendapatkan info terkait temuan mayat," cetusnya.
Hasil pencocokan DNA diperlukan untuk memastikan identitas jenazah pria yang ditemukan terdampar di Pulau Enggano. Pemeriksaan tersebut juga bertujuan memastikan apakah jenazah merupakan salah satu dari delapan penumpang kapal cepat Arupadathu 1.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu pemandu. Mereka dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui Pandeglang, Banten, sejak Senin, 7 September 2026.

Petugas Basarnas KN SAR Antasena melakukan pengamatan saat operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr
Sementara terkait jenazah tanpa identitas itu secara spesifik dilaporkan ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu, 12 September 2026. Jenazah ditemukan Kantor SAR Bengkulu dan warga setempat.
Jenazah itu dievakuasi dari Pulau Enggano menuju Kota Bengkulu menggunakan pesawat udara Susi Air, Senin, 14 September 2026. Hal ini dilakukan untuk kepentingan proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Masih menunggu hasilnya. (semoga ada titik terang) amiinn," ungkap Maruli.