Ribuan umat Muslim melaksanakan Shalat Idul Fitri di Lapangan Wirabraja Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu, 21 Maret 2026. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Warga Bukittinggi Diimbau Bijak Sikapi Perbedaan Jadwal Salat Idulfitri
Silvana Febiari • 21 March 2026 13:48
Kota Bukittinggi: Warga Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar), diimbau untuk bijak menyikapi perbedaan jadwal pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Menurut Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias hal itu tidak perlu dipermasalahkan.
"Walaupun ada perbedaan (jadwal pelaksanaan) Salat Idulfitri tahun ini, tidak perlu dipermasalahkan," kata dia, dilansir dari Antara, Sabtu, 21 Maret 2026.
Ia mengatakan pelaksanaan Salat Idulfitri berkaitan erat dengan masing-masing keyakinan umat Muslim. Oleh sebab itu, perbedaan jadwal pelaksanaan salat harus dihargai.
Ia bersama wakil wali kota, Kapolresta Bukittinggi, Komandan Kodim 0304/Agam serta sebagian masyarakat setempat melaksanakan Salat Idulfitri di Lapangan Wirabraja Kota Bukittinggi.
Satu hari sebelumnya, sebagian umat Muslim di kota tersebut lebih dahulu menunaikan salat sunah yang dilaksanakan setiap 1 Syawal itu.
Menurut dia, perbedaan dalam pelaksanaan salat Idulfitri tidak boleh memecah masyarakat, khususnya umat Muslim. Justru, perbedaan tersebut harus menjadi landasan yang kuat untuk saling menghargai dan menghormati.
"Perbedaan jadwal pelaksanaan Salat Idulfitri tidak hanya terjadi pada tahun ini, namun sudah terjadi beberapa kali dan itu harus kita hargai," ajak dia.

Sejumlah warga Kota Bukittinggi mendatangi Masjid Jami' untuk melaksanakan salat Idul Fitri di Kota Bukittinggi, Barat, Jumat, 20 Maret 2026. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Pada kesempatan itu, ia juga menyinggung banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatra. Khusus di Sumbar, terdapat beberapa kabupaten dan kota yang terdampak paling parah, di antaranya Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
Namun, ia menilai masyarakat di daerah dengan sebutan "Ranah Minang" itu bisa segera bangkit. Hal ini didorong oleh kepedulian dan semangat tolong-menolong yang ditunjukkan oleh warga dari berbagai daerah.
"Kita bersama-sama bisa membantu para korban berkat bantuan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota," ungkap dia.