KPK Dalami Dugaan Kebocoran Informasi OTT di Langkat

Gedung KPK. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.

KPK Dalami Dugaan Kebocoran Informasi OTT di Langkat

Anggi Tondi Martaon • 4 July 2026 10:30

Jakarta: Informasi operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut) bocor. Hal itu didalami oleh Lembaga Antirasuah.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan pendalaman dilakukan setelah Bupati Langkat Syah Afandin diduga mengetahui operasi yang sedang dijalankan penyidik. "Jadi, itu masih perlu dilakukan pendalaman-pendalaman lagi oleh tim KPK," kata Taufik dikutip dari Antara, Sabtu, 4 Juli 2026.

Selain melakukan pendalaman, KPK akan mengevaluasi pelaksanaan OTT. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan potensi kebocoran informasi pada operasi berikutnya.

"Kami juga akan lakukan evaluasi, apakah saat turun ke lapangan tidak bersama-sama atau berombongan, atau seperti apa, untuk menghindari hal-hal yang mungkin bukan bocor dari dalam, tetapi diduga oleh pihak-pihak di luar sehingga informasinya sampai kepada target kami," ungkap Taufik.

Taufik menegaskan pihaknya tetap dapat menelusuri dugaan tindak pidana meskipun pihak yang menjadi target mengetahui adanya operasi KPK. "Kejahatan itu tidak sempurna. Kejahatan selalu meninggalkan jejak-jejak," sebut Taufik.

Ilustrasi penyidik KPK. Foto: Medcom.id.

Sebelumnya, KPK menggelar OTT di Binjai, Langkat, dan Medan, Sumatra Utara. KPK menyebut Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim diduga mengetahui kedatangan tim penyidik sehingga mengubah rencana penyerahan uang Rp100 juta.

Saat ini, Syah Afandin telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi.

(Anggi Tondi)