Sistem Pertahanan Udara Bahrain Berhasil Cegat Serangan Udara Iran

Bahrain menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat serangan Iran. (Anadolu Agency)

Sistem Pertahanan Udara Bahrain Berhasil Cegat Serangan Udara Iran

Muhammad Reyhansyah • 8 July 2026 16:38

Manama: Pemerintah Bahrain menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan serangan udara yang dilancarkan Iran pada Rabu dini hari, 8 Juli 2026.

Televisi pemerintah Bahrain melaporkan seluruh serangan berhasil dicegat di wilayah udara negara tersebut. Namun, otoritas belum mengungkap jenis maupun jumlah rudal atau drone yang digunakan dalam serangan itu.

Mengutip Anadolu, Rabu, 8 Juli 2026, sirene peringatan serangan udara sempat kembali berbunyi di berbagai wilayah Bahrain untuk ketiga kalinya dalam beberapa jam. 

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera menuju tempat perlindungan terdekat.

Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.

Perkembangan itu terjadi setelah militer Iran memperingatkan seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan akan menjadi "target sah" apabila Washington terus melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan operasi rudal dan drone yang menargetkan 85 fasilitas militer Amerika Serikat, termasuk markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 target di Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Baca juga:  AS Klaim Hantam Lebih dari 80 Target Iran dalam Serangan Balasan Terbaru

(Willy Haryono)