Idulfitri 2026 Tanggal Berapa? Ini Perkiraan Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Ilustrasi pexels

Idulfitri 2026 Tanggal Berapa? Ini Perkiraan Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Putri Purnama Sari • 25 January 2026 17:09

Jakarta: Menjelang bulan Ramadan, masyarakat mulai bertanya-tanya kapan Hari Raya Idulfitri akan tiba. Hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan secara resmi tanggal Idulfitri 2026, karena penentuan 1 Syawal akan diputuskan melalui sidang isbat.

Meski demikian, sejumlah pihak telah menyampaikan perkiraan dan ketetapan awal terkait waktu pelaksanaan Hari Raya Idulfitri.

Hari Raya Idulfitri Versi Pemerintah

Berdasarkan ketentuan pemerintah, libur Hari Raya Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada 20–21 Maret 2026, dengan cuti bersama hingga 24 Maret 2026.

Ketentuan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang hari libur nasional dan cuti bersama. Libur Idulfitri tahun ini juga berdekatan dengan peringatan Hari Suci Nyepi, sehingga masyarakat berpotensi menikmati total tujuh hari libur.
 

Hari Raya Idulfitri Versi Muhammadiyah

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 02/MLM/I.0/E/2025.

Keputusan tersebut didasarkan pada metode hisab serta penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Mengapa Penetapan Lebaran Bisa Berbeda?

Perbedaan penetapan tanggal Lebaran kerap terjadi karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Syawal. Di Indonesia, metode yang umum digunakan adalah hisab dan rukyat.
  • Metode hisab: menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi matahari dan bulan guna memperkirakan kemunculan hilal.
  • Metode rukyat: dilakukan dengan pengamatan langsung hilal pada tanggal 29 Ramadan. Jika hilal terlihat, maka 1 Syawal ditetapkan keesokan harinya.
Perbedaan metode inilah yang terkadang menyebabkan penetapan Hari Raya Idulfitri antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) tidak selalu bersamaan, meskipun umumnya hanya berselisih satu hari. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari dinamika umat Islam di Indonesia.

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)