Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Dibuka Naik ke Rp17.211/USD Senin Pagi
Eko Nordiansyah • 27 April 2026 09:41
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Rupiah menguat saat dolar AS mengalami tekanan di tengah ketidakjelasan perundingan damai AS-Iran.
Mengutip data Bloomberg, Senin, 27 April 2026, rupiah berada di level Rp17.211 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 18 poin atau setara 0,10 persen dari Rp17.229 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.273 per USD. Rupiah terpantau masih stagnan.
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Faktor pendukung penguatan rupiah
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan kurs rupiah menguat ditopang keyakinan pemerintah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saat ini dalam posisi kuat menghadapi tekanan akibat konflik di Timur Tengah yang membuat harga komoditas energi melonjak."Saat harga minyak mentah bergejolak tinggi, dan nilainya di atas asumsi makro APBN 2026, yakni di atas USD100 per barel, pemerintah masih bisa menahan kenaikan harga, khususnya BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi dalam negeri tanpa harus menguras cadangan APBN dalam bentuk Saldo Anggaran Lebih (SAL)," ucap Ibrahim dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Jumat, 24 April 2026.
Kini, SAL pemerintah dengan total nominal Rp423 triliun disebut belum terpakai untuk menghadapi tekanan belanja subsidi akibat kenaikan harga komoditas energi. SAL disebut menjadi sumber uang terakhir bagi pemerintah apabila anggaran belanja sudah tak mampu menahan target defisit di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com