Kecelakaan Kereta di Bekasi, Sahroni Desak Dugaan Keterlibatan Taksi Green SM Diselidiki

Wakil Ketua komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Sahroni Desak Dugaan Keterlibatan Taksi Green SM Diselidiki

Anggi Tondi Martaon • 28 April 2026 16:38

Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak dugaan keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat (Jabar), diselidiki. Hingga saat ini, kecelakaan tersebut menelan 15 korban jiwa.

“Saya minta polisi bekerjasama dengan KNKT untuk selidiki betul keterlibatan taksi Green SM yang diduga menjadi salah satu pemicu tabrakan maut ini," kata Sahroni, melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 April 2026.

Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai NasDem itu menjelaskan, salah satu aspek yang harus diperiksa yaitu terkait kelalaian sopir taksi tersebut. Lalu, pengetahuan sopir taksi terkait teknis kendaraan listrik.

"Perlu diperiksa benar apakah sopir memang sengaja melewati rel setelah tahu bahwa akan ada kereta melintas, karena harusnya dia juga paham bahwa mobil listrik itu kan kalau bertemu sinyal rel bisa langsung berhenti," ungkap Sahroni.

Menurut Sahroni, sanksi tegas harus diberikan jika terdapat kesengajaan dari pihak pengemudi taksi Green SM tersebut. Namun, dia mendesak sanksi tidak hanya diberika kepada pengemudi.

"Kalau memang ada unsur kesengajaan, tak hanya supirnya yang harus dihukum berat, tapi perusahaannya juga harus disanksi,” sebut Sahroni.

Sahroni juga menyebut bahwa armada Taksi Green SM ini juga sempat menyebabkan kecelakaan kereta api di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kejadian tersebut terjadi pada Desember 2025.

Green SM tertabrak kereta di Bekasi Timur. Foto: Istimewa.

“Bahkan sebelumnya, taksi yang sama juga pernah ditabrak kereta di Sawah Besar karena diduga menerobos palang. Artinya ada pola dan kelalaian sistemik yang harus dievaluasi, bahkan ya tadi, bisa saja dijatuhi sanksi,” ujar Sahroni.

Selain itu, Sahroni menyebut Indonesia merupakan negara yang terbuka terhadap investasi. Namun bukan berarti bisnis yang dijalankan dibiarkan berjalan tanpa SOP yang ketat dan jadi meresahkan masyarakat.

“Karena perlu dicatat, negara kita sangat terbuka untuk investasi dari luar atau pebisnis mau cari uang di sini. Tapi harus benar-benar baik barangnya dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Sedangkan ini, track record taksi listrik tersebut kalau kita lihat di sosial media memang sering ugal-ugalan dan meresahkan, sudah banyak laporannya dari masyarakat,” kata Sahroni.

Sebelumnya, Kereta rel listrik (KRL PLB 5568A (CL KPB–CKR) ditabrak kereta jarak jauh Argo Bromo PLB 4B relasi Gambir–Surabaya, Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920 pada pukul 20.52 WIB, Senin, 27 April 2026. Akibat insiden ini, data per hari ini pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka-luka.

Berdasarkan kronologis singkat, insiden bermula saat sebuah kendaraan melintas di perlintasan rel di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, kereta api melaju dan tidak dapat menghindari tabrakan, sehingga menyebabkan kendaraan tertabrak dan menimbulkan korban. Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)