Pengungsi Palestina beraktivitas di tengah guyuran hujan di Gaza. (Anadolu Agency)
Badai Hancurkan Tenda Pengungsi Gaza, UNRWA Serukan Akses Bantuan
Muhammad Reyhansyah • 31 December 2025 16:47
Gaza: Badai dahsyat disertai angin kencang dan hujan deras menghancurkan tenda-tenda darurat di berbagai wilayah Jalur Gaza, memperburuk kondisi tempat tinggal ribuan keluarga pengungsi di tengah masuknya musim dingin. Kondisi tersebut disampaikan oleh UNRWA, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina.
UNRWA menyatakan otoritas Israel hingga kini masih menghalangi lembaga tersebut untuk menyalurkan bantuan secara langsung ke Gaza, termasuk perlengkapan tempat tinggal darurat yang sangat dibutuhkan ratusan ribu warga terdampak cuaca ekstrem. Pernyataan itu disampaikan melalui platform X dan dikutip Anadolu, Rabu, 31 Desember 2025.
“Tenda dan terpal sangat dibutuhkan,” tulis UNRWA, seraya menegaskan bahwa banyak keluarga kini terpapar langsung pada kondisi cuaca yang keras tanpa perlindungan memadai.
Lembaga tersebut kembali menyerukan agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Gaza tanpa hambatan, mengingat memburuknya situasi kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan dan dampak cuaca ekstrem.
UNRWA dibentuk oleh Majelis Umum PBB lebih dari 70 tahun lalu untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada warga Palestina yang terpaksa meninggalkan tanah mereka.
Kesepakatan gencatan senjata yang diberlakukan pada 10 Oktober lalu sempat menghentikan perang Israel selama dua tahun yang, menurut otoritas kesehatan setempat, menewaskan lebih dari 71.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.200 orang sejak Oktober 2023. Konflik tersebut juga meninggalkan Gaza dalam kondisi kehancuran luas.
Namun demikian, meski gencatan senjata telah berlaku, serangan mematikan Israel ke Gaza dilaporkan masih terus terjadi. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sejak gencatan senjata diberlakukan sedikitnya 414 orang tewas dan lebih dari 1.100 lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga: Eropa, Kanada, dan Jepang, Khawatirkan Krisis Kemanusiaan Gaza