Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)
Perundingan Damai di Jenewa Buntu, Ukraina Tuduh Rusia Ulur Waktu
Willy Haryono • 19 February 2026 10:51
Jenewa: Perundingan damai selama dua hari antara Ukraina dan Rusia di Jenewa, Swiss, berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan berarti pada Rabu, 18 Februari.
Dikutip dari The New Daily, Kamis, 19 Februari 2026, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Rusia sengaja mengulur waktu untuk menghambat upaya mediasi Amerika Serikat dalam mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Negosiasi tersebut dimediasi oleh utusan khusus Presiden AS Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner. Meski Zelensky menyebut pembicaraan berlangsung sulit, kedua delegasi memutuskan mengakhiri pertemuan tanpa menetapkan jadwal lanjutan.
Titik buntu utama masih berkisar pada sengketa kedaulatan wilayah di Ukraina Timur dan kontrol atas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, pembangkit nuklir terbesar di Eropa.
Rusia menuntut Ukraina menyerahkan sekitar 20 persen wilayah di Donetsk yang belum sepenuhnya dikuasai militer Rusia, namun tuntutan tersebut ditolak Kyiv.
Sebaliknya, Ukraina mengusulkan agar PLTN Zaporizhzhia dikelola bersama oleh AS dan Ukraina, tetapi Rusia menolak usulan tersebut.
Kebuntuan terjadi di tengah tekanan Presiden AS Donald Trump yang mendesak tercapainya kesepakatan damai. Trump memperingatkan Ukraina agar segera mencapai kesepakatan sebelum situasi di medan perang memburuk.
Zelensky menilai tekanan publik tersebut tidak adil dan menegaskan Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah yang belum direbut Rusia. Ia mengatakan setiap rencana yang mengharuskan konsesi wilayah akan ditolak jika dibawa ke referendum nasional.
Perundingan ini berlangsung menjelang peringatan empat tahun invasi skala penuh Rusia yang dimulai pada 22 Februari 2022. Konflik tersebut telah menewaskan ratusan ribu orang, memaksa jutaan warga mengungsi, dan menghancurkan infrastruktur sipil di berbagai wilayah Ukraina.
Saat ini, Rusia menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk Krimea yang dianeksasi pada 2014. Zelensky juga menyampaikan kekhawatiran bahwa perhatian Washington terhadap konflik dapat terpecah menjelang pemilu paruh waktu Kongres AS.
Delegasi dari Prancis, Jerman, dan Inggris hadir di Jenewa untuk menerima pengarahan, namun tidak terlibat langsung dalam mediasi yang dipimpin AS. Ukraina terus mendorong keterlibatan lebih besar negara-negara Eropa dalam proses perdamaian selanjutnya. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Ukraina Dorong Penyelesaian Isu Sensitif Lewat Pertemuan Langsung Zelensky-Putin