Harga Bitcoin Tembus USD80 Ribu

Ilustrasi kenaikan harga bitcoin. Foto: digivestasi.com

Harga Bitcoin Tembus USD80 Ribu

Husen Miftahudin • 5 May 2026 19:58

Jakarta: Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level USD80 ribu pada hari ini, sekaligus mencatatkan posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir sejak Januari 2026. Kenaikan ini didorong oleh arus masuk dana institusional yang signifikan melalui ETF Bitcoin, yang tercatat mencapai sekitar USD625 juta dalam satu hari perdagangan.
 
Di sisi lain, pergerakan bitcoin juga dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global yang menguat, termasuk meningkatnya minat terhadap aset berisiko di tengah membaiknya likuiditas pasar kripto yang membaik, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
 
Kondisi ini mendorong investor untuk mencari alternatif aset lindung nilai di luar sistem keuangan tradisional. Penguatan ini turut didukung oleh oleh lonjakan aktivitas pasar, dengan volume perdagangan harian mencapai sekitar USD48 miliar.
 
Vice President Indodax Antony Kusuma menilai pergerakan bitcoin saat ini mencerminkan dinamika pasar yang semakin kompleks dan berkembang. Menurut dia, bitcoin saat ini berada dalam posisi yang unik karena mendapatkan dorongan dari dua arah sekaligus.
 
"Di satu sisi, ia bergerak mengikuti sentimen pasar global, namun di sisi lain juga mulai dipertimbangkan sebagai alternatif di tengah ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini mengindikasikan adanya momentum positif di pasar, namun tetap perlu dianalisis secara cermat dinamika yang terjadi di pasar," ucap Antony dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.
 

Baca juga: Harga Bitcoin Stagnan di Tengah Kemajuan Regulasi dan Rekor S&P 500
 

Didorong kepercayaan investor institusional

 
Selain itu, data pada CoinMarketCap menunjukkan total aset dalam ETF Bitcoin kini berada di kisaran USD105 miliar. Hal ini mencerminkan meningkatnya partisipasi serta kepercayaan investor institusional yang turut menjadi salah satu faktor penting dalam menopang pergerakan pasar.
 
Antony menambahkan momentum penguatan ini mulai mencerminkan kecenderungan bullish di pasar, meskipun masih berada dalam fase yang perlu dicermati secara hati-hati. Kenaikan harga yang didukung oleh arus dana institusional dan sentimen global menunjukkan minat terhadap aset kripto, khususnya bitcoin, masih cukup kuat.
 
Namun, keberlanjutan momentum ini akan sangat bergantung pada konsistensi likuiditas pasar serta perkembangan faktor eksternal, seperti kondisi makroekonomi dan dinamika geopolitik global.
 
"Oleh karena itu, volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto yang perlu dipahami investor dalam mengambil keputusan," tegas Antony mengingatkan.


(Vice President Indodax Antony Kusuma. Foto: dok Indodax)
 

Bantu investor pahami peluang investasi kripto

 
Sebagai platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Indodax berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.
 
Perusahaan juga secara aktif mendorong edukasi melalui berbagai inisiatif, termasuk Indodax Academy, guna membantu investor memahami risiko serta peluang dalam berinvestasi di aset kripto.
 
"Melalui pendekatan ini, Indodax berharap masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan momentum pasar secara lebih bijak dan terukur, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko di tengah dinamika global yang terus berkembang," tutur Antony.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)