Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt. (EPA-EFE)
Gedung Putih Ancam Respons Keras Jika Kartel Meksiko Serang Warga AS
Muhammad Reyhansyah • 25 February 2026 19:05
Washington: Gedung Putih melayangkan peringatan keras kepada sejumlah kartel narkoba di Meksiko agar tidak menyasar warga Amerika Serikat (AS).
Peringatan itu disampaikan di saat gelombang kekerasan masih berlangsung di sejumlah wilayah Meksiko menyusul kematian pemimpin kartel Jalisco New Generation Cartel (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes atau lebih dikenal sebagai El Mencho
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa sejumlah kartel narkoba di Meksiko memahami bahwa menyakiti warga AS sama saja dengan memicu konsekuensi berat dari pemerintahan Presiden Donald Trump.
“Kartel narkoba di Meksiko tahu untuk tidak menyentuh satu pun warga Amerika, atau mereka akan menghadapi konsekuensi berat di bawah presiden ini. Dan konsekuensi itu sudah mereka rasakan,” katanya dalam wawancara dengan Fox News, dikutip dari Euronews, Rabu, 25 Februari 2026.
Leavitt menambahkan Washington belum menerima laporan adanya warga Amerika yang menjadi korban dalam kekerasan tersebut.
“Saat ini, kami belum mengetahui adanya laporan warga Amerika yang terluka, diculik, atau terbunuh,” ujarnya.
Gedung Putih juga mengonfirmasi operasi yang menewaskan Oseguera pada Minggu di Tapalpa, negara bagian Jalisco, dilakukan oleh otoritas Meksiko dengan dukungan intelijen Amerika Serikat.
“Operasi ini, yang berhasil dilaksanakan oleh otoritas Meksiko, tentu didukung oleh Amerika Serikat, dan tidak akan terjadi tanpa kepemimpinan Trump,” kata Leavitt.
Ia menambahkan pemerintahan Trump telah menetapkan kartel Meksiko sebagai organisasi teroris asing pada Februari 2025 serta menyebut AS telah mengambil “langkah mematikan” terhadap tersangka pengedar narkoba di kawasan Karibia dan Pasifik.
“Kami berkoordinasi, bekerja sama, dan mendorong pemerintah Meksiko untuk berbuat lebih banyak guna mengakhiri ancaman narkoba mematikan yang masuk melalui perbatasan selatan Amerika Serikat,” ujarnya.
Imbas Kematian El Mencho
Menurut otoritas Meksiko, empat anggota kartel termasuk El Mencho tewas dalam operasi tersebut, tiga lainnya terluka, dan dua orang ditangkap. Dukungan intelijen Amerika Serikat disebut membantu jalannya operasi.Setelah kematian pemimpin kartel itu, kekerasan meletus di sekitar 20 negara bagian Meksiko. Otoritas melaporkan 25 anggota Garda Nasional tewas serta sedikitnya 30 anggota yang diduga dari CJNG juga terbunuh.
Anggota kartel dilaporkan mendirikan sekitar 250 blokade jalan di jalan raya federal, membakar kendaraan, serta menyerang stasiun pengisian bahan bakar, toko, dan bank. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Minggu malam mengatakan sebagian besar blokade telah berhasil dibersihkan.
Sejumlah negara bagian membatalkan kegiatan sekolah pada Senin, sementara ratusan wisatawan Amerika terlantar di kota-kota barat seperti Guadalajara dan Puerto Vallarta.
Departemen Luar Negeri AS membuka saluran telepon 24 jam untuk membantu warga Amerika yang terdampak kerusuhan. Pemerintah AS sebelumnya juga menawarkan hadiah hingga 15 juta dolar bagi informasi yang mengarah pada penangkapan El Mencho.
Baca juga: Kematian El Mencho Picu Babak Baru Perang Kartel Narkoba di Meksiko