Terminal Kampung Rambutan bakal Direvitalisasi untuk Antisipasi Banjir

Penumpang di Terminal Kampung Rambutan. Foto: Antara

Terminal Kampung Rambutan bakal Direvitalisasi untuk Antisipasi Banjir

M Sholahadhin Azhar • 24 March 2026 20:17

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan revitalisasi Terminal Kampung Rambutan. Hal ini menyusul genangan air di sekitar terminal saat hujan deras pada Sabtu, 22 Maret 2026.

"Tentu untuk jangka menengah dan panjang kita akan lakukan revitalisasi Terminal Kampung Rambutan. Ini masih dibahas untuk antisipasi terjadinya genangan serupa," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dikutip dari Antara, Selasa, 24 Maret 2026.

Hal itu diungkap, saat meninjau kesiapan arus balik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Revitalisasi ini dinilai penting mengingat terminal tersebut telah dibangun sejak tahun 1990-an dan belum mengalami penyesuaian signifikan hingga saat ini.

Menurut Syafrin, perkembangan kawasan di sekitar terminal menjadi salah satu pertimbangan utama. Saat ini, kawasan Kampung Rambutan telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi modern seperti LRT Jabodebek dan layanan Transjakarta.
 


"Kawasan ini akan terus ditingkatkan menjadi kawasan dengan prinsip Transit Oriented Development," ucap Syafrin.

Konsep Transit Oriented Development (TOD) sendiri mengedepankan integrasi antar moda transportasi dengan kawasan hunian dan komersial, sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien dan terpusat.

Selain itu, Syafrin mengungkapkan, rencana revitalisasi tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan jangka menengah hingga panjang. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal Pemprov DKI Jakarta.

"Untuk revitalisasi masih dalam tahap rencana dan akan disesuaikan dengan kapasitas fiskal Jakarta," ucapnya.

Pihaknya juga akan melakukan sejumlah upaya untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Langkah awal yang dilakukan adalah pembersihan menyeluruh pada saluran air di kawasan terminal untuk memastikan tidak ada lagi sumbatan yang dapat menghambat aliran air, terutama saat curah hujan tinggi.

"Yang pertama tentu kami melakukan pembersihan. Saluran air kita pastikan tidak ada sumbatan," ujar Syafrin.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta untuk melakukan penyesuaian infrastruktur, khususnya terkait potensi luapan sungai di sekitar kawasan Terminal Kampung Rambutan.

Koordinasi lintas instansi ini diharapkan mampu meminimalisir risiko genangan di area terminal yang menjadi salah satu simpul transportasi penting di Jakarta Timur tersebut.

Dengan berbagai langkah tersebut, Syafrin berharap, Terminal Kampung Rambutan ke depan tidak hanya terbebas dari permasalahan genangan, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi simpul transportasi modern yang terintegrasi dan nyaman bagi masyarakat.

Sebelumnya, genangan terjadi di Terminal Bus Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur sejak Sabtu, 21 Maret 2026, sekitar pukul 21.00 WIB.


Penumpang di Terminal Kampung Rambutan. Foto: Antara

Genangan tidak hanya terjadi di area terminal dalam kota, tetapi juga meluas hingga area layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Bahkan, kantor pengelola terminal dalam kota turut terdampak dengan ketinggian air sekitar lima sentimeter (cm).

"Genangan mulai terjadi sekitar pukul 21.00 dengan ketinggian 30 sentimeter, kemudian mencapai puncaknya sekitar 50 sentimeter pada pukul 01.30. Namun pagi ini air sudah berangsur surut," kata Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono di Jakarta, Minggu, 22 Maret 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)