Pemprov Jakarta Siapkan Antisipasi Meskipun Jumlah Pendatang Diprediksi Menurun

24 March 2026 19:29

Jakarta: Jumlah pendatang yang masuk ke Jakarta usai Idulfitri sedang dalam tren penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan itu sudah tercatat sejak 2023 hingga 2025. Jumlah penurunan pendatang diprediksi akan berlanjut pada tahun ini.

Jumlah pendatang tercatat 395.298 jiwa pada 2023. Lalu turun menjadi 84.783 jiwa pada 2024. Kemudian turun lagi pada 2025, sekitar 10 ribu hingga 15 ribu jiwa. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memprediksi jumlah pendatang berada pada kisaran 10 ribu hingga 12 ribu jiwa pada 2026.

"Jadi memang kalau kita merujuk sampai tahun 2025 terakhir kemarin, trennya memang menurun," kata Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim, dalam program Newsline Metro TV, Selasa, 24 Maret 2026.

Walau demikian, Chico memastikan Pemprov Jakarta telah menyiapkan antisipasi terhadap para pendatang. Setidaknya ada dua hal yang bisa dipastikan, pertama, Pemprov Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi. Yang kedua, para pendatang harus melengkapi administrasi kependudukan.

 



"Sehingga ketika datang ke sini, bisa kita data dengan metode jemput bola yang sudah kita siapkan untuk RT dan RW turun ke masyarakat," kata Chico.

Chico memastikan hal ini tidak akan menjadi permasalahan yang besar. Pemprov Jakarta masih bisa mengelola jumlah pendatang berdasarkan jumlah prediksi yang ditetapkan.
 
"Pada prinsipnya kami siap," ucapnya.



(Foto: tangkap layar Metro TV)
 

Pemerataan pembangunan


Terkait tren penurunan yang diprediksi berlanjut, Chico memperkirakan hal itu disebabkan semakin meratanya pembangunan di berbagai daerah. Pemerataan pembangunan menciptakan lapangan pekerjaan baru, sehingga warga tidak perlu lagi mengadu nasib ke Jakarta.

"Yang kedua, masyarakat juga sudah memahami, mungkin mengetahui dari sanak saudara, ketika pulang mudik menyampaikan bahwa tidak begitu mudah untuk hidup di Jakarta," tutur Chico.

Hal itu bisa dilihat dari biaya hidup yang tinggi di Jakarta. Kemudian ketersediaan lapangan pekerjaan yang kurang imbang dengan jumlah calon tenaga kerja. Dua faktor itu bisa jadi pertimbangan seseorang sebelum merantau ke Jakarta.

"Tetapi tentu masih pasti kita yakini ada ribuan juga masyarakat yang memang punya keterampilan yang dibutuhkan oleh Jakarta untuk membangun kota Jakarta. Diharapkan yang datang untuk siap bertarung di kota yang begitu besar, dan penuh kesempatan, dan juga penuh tantangan," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)