Warga Jakarta, Sriwati. Foto: Dok. Metro TV.
Fenomena Pendatang Baru, Warga Jakarta Ingatkan Kerasnya Persaingan Kerja
Devi Rahma Syafira • 24 March 2026 10:57
Jakarta: Gelombang pendatang baru yang mulai memadati Jakarta pascalebaran memicu beragam tanggapan dari warga ibu kota. Di tengah ketatnya persaingan mencari kerja dan tingginya biaya hidup, para pendatang diingatkan untuk memiliki kesiapan mental serta keahlian khusus sebelum memutuskan mengadu nasib di Jakarta.
"Ya kalau bisa sih, kalau memang ini ya enggak usah lah ke Jakarta ya. Masalahnya kan kontribusinya di desa banyak gitu. Lebih baik kalau cari kerjaan, mengembangkan yang di desa itu loh kalau bisa. Cuma kalau memang punya skill, ya bisa, boleh (cari kerja di Jakarta)," ujar Sriwati, salah satu warga Jakarta, saat menanggapi fenomena urbanisasi kepada Tim Liputan Metro TV di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa, 24 Maret 2026.
Pandangan senada juga diungkapkan oleh warga lainnya, Alifia. Menurutnya, realita kehidupan di Jakarta menuntut daya tahan yang luar biasa.
Para perantau tidak hanya dituntut untuk memiliki semangat tinggi. Tetapi juga ketahanan psikologis yang kuat untuk menghadapi dinamika kota yang serba cepat dan kompetitif.
"Untuk perantau yang bekerja di Jakarta itu di sini harus kerja keras, terus semangatnya ditinggiin lagi. Tapi ya harus kuat mental sih ya kak," kata Alifia.

Warga Jakarta, Alifia. Foto: Dok. Metro TV.
Selain urusan mental, tantangan finansial juga menjadi sorotan tajam bagi para pendatang. Zakia, warga Jakarta lainnya, mengingatkan bahwa mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak bukan perkara mudah.
Banyak pendatang yang akhirnya harus bertahan hidup dengan penghasilan yang pas-pasan di tengah mahalnya biaya sewa tempat tinggal dan konsumsi.
"Cari kerja di Jakarta itu susah. Apalagi banyak yang gajinya juga enggak UMR istilahnya. Sudah itu mau enggak mau dia harus lebih bekerja keras lagi buat tinggal di Jakarta," ujar Zakia.