27 Ribu Penumpang Tiba di Pelabuhan Kendari Hingga H+4 Lebaran

Para penumpang arus balik rute Raha-Kendari saat turun dari kapal di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, 26 Maret 2026. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

27 Ribu Penumpang Tiba di Pelabuhan Kendari Hingga H+4 Lebaran

Silvana Febiari • 26 March 2026 13:02

Kendari: Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari mencatat sebanyak 27.532 penumpang telah tiba di berbagai dermaga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, hingga H+4 arus balik Lebaran 2026.

Kepala KSOP Kelas II Kendari Capt. Raman mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi kedatangan penumpang sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Seluruh penumpang masuk melalui empat pintu utama, yakni Pelabuhan Bungkutoko, Pangkalan Perahu, Pelabuhan Nusantara, dan pelabuhan feri Wawonii.

"Hingga H+4 ini aktivitas arus balik berjalan normal. Seluruh armada kapal tetap melayani penumpang sesuai rute masing-masing wilayah," kata Raman, dilansir dari Antara, Kamis, 26 Maret 2026. 
 


Ia menjelaskan pada Rabu siang tercatat dua kapal yang mengangkut peserta mudik gratis asal Baubau dan Raha telah bersandar, yakni Express Cantika 07 dan Express Cantika 5E. "Sementara itu, puncak arus balik diprediksi baru akan terjadi pada 28-29 Maret 2026," ujarnya.

Raman mengungkapkan adanya tren peningkatan jumlah penumpang yang signifikan tahun ini. Jika pada mudik tahun lalu kenaikannya 23 persen, pada periode Lebaran 2026 melonjak hingga 35 persen.

"Untuk mengantisipasi lonjakan pada puncak arus balik, kami telah menyiagakan sebanyak 29 unit armada kapal. Kami juga memprediksi gelombang terakhir peserta mudik gratis akan kembali tiba di Kendari pada 1 April 2026," ungkap Raman.


Para penumpang arus balik rute Raha-Kendari saat turun dari kapal di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, 26 Maret 2026. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)


Ia menjelaskan bahwa kepadatan mulai terasa di lapangan, terutama pada rute Raha–Kendari. Banyak penumpang memilih kapal cepat sebagai jalur utama menuju ibu kota provinsi, termasuk untuk keperluan rujukan medis mendesak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kendari.

Pihaknya terus melakukan pengawasan ketat selama periode arus balik. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelayaran di perairan Sulawesi Tenggara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)