Presiden AS Donald Trump saat bersama PM Israel Benjamin Netanyahu. (Anadolu Agency)
Trump Marah dan Bentak Netanyahu atas Eskalasi Serangan Israel di Lebanon
Willy Haryono • 2 June 2026 15:52
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan marah besar saat berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu via sambungan telepon mengenai perkembangan konflik di Lebanon.
Menurut laporan kantor berita Axios, Trump menilai langkah Israel yang meningkatkan eskalasi serangan di Lebanon berisiko memperburuk posisi negara tersebut di mata dunia.
Dalam percakapan itu, Trump disebut menyebut Netanyahu tidak tahu berterima kasih dan menuduhnya mengambil keputusan yang merugikan Israel. Ia juga dikabarkan turun tangan untuk menghentikan rencana serangan militer Israel terhadap Beirut, ibu kota Lebanon.
Trump memperingatkan bahwa ancaman untuk membombardir Beirut hanya akan memperdalam isolasi internasional Israel. Ia juga mengklaim telah memainkan peran penting dalam membantu Netanyahu terhindar dari masalah hukum di masa lalu.
Trump Bentak Netanyahu
Seorang pejabat Amerika Serikat yang mengetahui isi pembicaraan tersebut mengatakan Trump melontarkan kritik keras kepada Netanyahu. "Kamu benar-benar gila. Kamu akan berada di penjara jika bukan karena saya. Saya menyelamatkanmu. Sekarang semua orang membencimu dan semua orang membenci Israel karena ini," ujar Trump, dikutip dari media TRT World, Selasa, 2 Juni 2026.Sumber lain yang mengetahui percakapan itu mengatakan Trump sangat marah dan sempat membentak Netanyahu. Dalam salah satu momen, ia dilaporkan berkata, "Apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan?"
Menurut laporan tersebut, Trump terganggu oleh tingginya jumlah korban sipil dalam serangan di Lebanon. Ia juga mengkritik operasi militer Israel yang dinilai memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Kemarahan Trump disebut berkaitan dengan kekhawatirannya bahwa eskalasi militer Israel di Lebanon dapat menggagalkan proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang berlangsung. Ia menilai langkah Netanyahu berpotensi merusak upaya diplomatik yang telah dibangun.
Setelah percakapan itu, Trump menulis di platform Truth Social bahwa pembicaraan dengan Iran masih terus berlanjut dengan cepat. Sementara itu, seorang pejabat Israel mengatakan kepada media Axios bahwa Israel tidak lagi berencana melancarkan serangan terhadap target Hizbullah di Beirut. (Keysa Qanita)
Baca juga: Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Serangan