Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Serangan

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Serangan

Willy Haryono • 2 June 2026 13:32

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Israel dan kelompok Hizbullah telah sepakat menghentikan serangan di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon serta masih berlangsungnya negosiasi dengan Iran.

Dalam unggahannya di Truth Social pada 1 Juni 2026, Trump mengatakan dirinya telah berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta melakukan komunikasi melalui perwakilan dengan Hizbullah.

Trump menyebut Netanyahu setuju membatalkan operasi militer besar ke Beirut, sementara Hizbullah diklaim menyetujui penghentian seluruh aksi penembakan.

“Saya melakukan percakapan yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Bibi Netanyahu, dan tidak akan ada pasukan yang menuju Beirut,” tulis Trump, seperti dikutip dari Hurriyet Daily News, Selasa, 2 Juni 2026.

“Melalui perwakilan tingkat tinggi, saya juga melakukan percakapan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka setuju semua penembakan akan berhenti,” lanjutnya.

Trump juga mengatakan pembicaraan dengan Iran terus berlangsung dengan cepat setelah sebelumnya sempat disebut mengalami hambatan akibat operasi militer Israel di Lebanon.

Namun, beberapa jam kemudian Netanyahu tampak meragukan klaim gencatan senjata tersebut.

'Semoga Selamanya'

Dalam pernyataan kantornya, Netanyahu mengatakan Israel tetap akan menyerang target-target di Beirut apabila Hizbullah terus menyerang wilayah dan warga Israel.

“Saya mengatakan kepada Presiden Trump bahwa jika Hizbullah tidak menghentikan serangan terhadap kota dan warga kami, Israel akan menyerang target teroris di Beirut,” kata Netanyahu.

Meski demikian, Trump kembali menegaskan bahwa Netanyahu telah membatalkan pengerahan pasukan menuju Beirut dan menyebut Israel serta Hizbullah telah sepakat menghentikan tembakan.

“Mari kita lihat berapa lama ini akan bertahan — semoga selamanya,” tulis Trump.

Di tengah perkembangan tersebut, laporan Axios menyebut Trump disebut sempat menyebut Netanyahu “gila” dan menilai operasi Israel berpotensi menggagalkan pembicaraan damai dengan Iran.

Sementara itu, kantor berita Iran Tasnim melaporkan Teheran sempat menangguhkan dialog dengan mediator sebagai bentuk protes terhadap perluasan operasi militer Israel di Lebanon.

Namun Trump tetap mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berjalan. Sebelumnya, Trump juga memberi sinyal campuran terkait negosiasi dengan Iran.

Dalam wawancara dengan CNBC, ia mengatakan tidak terlalu peduli jika pembicaraan gagal dan menyebut negosiasi mulai terasa “membosankan." Kepada NBC News, Trump mengatakan terlalu banyak pembicaraan justru tidak selalu baik dan menyebut “diam mungkin akan lebih baik.”

Baca juga:  Lebanon Sebut Hizbullah Terima Proposal AS untuk Hentikan Serangan ke Israel

(Willy Haryono)