Bergerak Terbatas, Bitcoin Masih Bertahan di Level USD64 Ribu

Ilustrasi, pergerakan harga bitcoin. Foto: Forbes.com

Bergerak Terbatas, Bitcoin Masih Bertahan di Level USD64 Ribu

Husen Miftahudin • 5 August 2026 09:06

New York: Harga bitcoin bergerak terbatas pada perdagangan Selasa waktu setempat di tengah minimnya sentimen baru yang mampu menggerakkan pasar. Investor masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah, prospek kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), serta aksi jual yang kembali dilakukan oleh pemegang bitcoin korporasi terbesar, Strategy.
 
Mengutip Investing.com, Rabu, 5 Agustus 2026, bitcoin naik sekitar satu persen ke level USD64.226,3. Meski menguat, aset kripto terbesar di dunia itu masih bergerak dalam kisaran harga yang relatif sempit.
 
Adapun, pasar kripto juga masih dibayangi insiden peretasan terhadap cold wallet milik perusahaan dompet kripto asal Kanada, Coinkite. Cold wallet selama ini dikenal sebagai salah satu metode penyimpanan aset digital yang paling aman.
 
Namun, insiden tersebut dilaporkan menyebabkan hilangnya bitcoin senilai hampir USD90 juta. Peristiwa itu kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan aset digital meski menggunakan sistem penyimpanan offline.
 
Pelaku pasar juga mengikuti perkembangan pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran yang dinilai dapat memengaruhi sentimen di pasar keuangan global. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan peluang tercapainya kesepakatan semakin besar.
 
Sementara itu, Qatar menyebut proses diplomatik masih berlangsung dengan fokus utama pada upaya deeskalasi konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
 

 

Strategy jual 1.683 bitcoin

 
Di sisi korporasi, Strategy mengungkapkan telah menjual 1.683 bitcoin dengan nilai sekitar USD104,7 juta sepanjang pekan lalu. Aksi tersebut menjadi penjualan ketiga yang dilakukan perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.
 
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan bitcoin Strategy tercatat sebanyak 842.138 bitcoin hingga Selasa. Penjualan dilakukan tidak lama setelah perusahaan melaporkan rugi kuartal II yang lebih besar dari perkiraan.
 
Kerugian tersebut terutama berasal dari rugi yang belum terealisasi atas kepemilikan bitcoin, mengingat rata-rata harga akuisisi perusahaan berada di level USD75.419 per bitcoin, lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini.
 
Selain itu, laporan keuangan Coinbase Global yang berada di bawah ekspektasi turut membebani sentimen sektor aset kripto.
 
Dalam perkembangan lain, BlackRock memperkenalkan akses dana berbasis token (tokenized fund access) pertama di Eropa melalui penerbitan kelas saham berbasis blockchain Ethereum. Peluncuran dilakukan bekerja sama dengan Kinexys, unit blockchain milik JPMorgan.
 
Produk tersebut mencakup sejumlah dana pasar uang dalam lini Institutional Cash Series (ICS) BlackRock yang mengelola aset sekitar USD311 miliar per 30 Juni 2026.
 
Melalui sistem tokenisasi, investor yang telah memperoleh persetujuan dapat memindahkan kepemilikan aset secara langsung melalui dompet digital menggunakan kontrak pintar (smart contract), sekaligus tetap memperoleh imbal hasil dari dana pasar uang.


(Ilustrasi pergerakan harga aset kripto. Foto: dok KBI)
 

Harga kripto bergerak beragam

 
Sementara itu, mayoritas altcoin bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa. Berikut informasinya: 
  • Ether (ETH) naik 0,5 persen menjadi USD1.872,85.
  • XRP turun 0,3 persen menjadi USD1,0770.
  • Solana menguat 0,5 persen.
  • BNB naik 0,6 persen.
  • Cardano bertambah 0,1 persen.
  • Dogecoin melemah 0,3 persen.
  • Token TRUMP juga bergerak sedikit lebih rendah.

(Husen Miftahudin)