Pramono Anung Luruskan soal Mudik ke Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pramono Anung Luruskan soal Mudik ke Jakarta

Athiyya Nurul Firjatillah • 13 March 2026 14:51

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memeluruskan ajakan mudik ke Jakarta saat periode Lebaran Idulfitri. Ia menegaskan pernyataannya bukan berarti mengundang masyarakat dari daerah untuk datang dan menetap di ibu kota.

Penegasan itu disampaikan Pramono saat menanggapi sejumlah pemberitaan yang menafsirkan Jakarta membuka ruang bagi masyarakat untuk mudik ke ibu kota saat acara Safari Ramadan di Kepulauan Seribu, Jumat, 13 Maret 2026.

“Dan dalam kesempatan ini saya juga ingin meluruskan beberapa pemberitaan mengenai mudik ke Jakarta. Itu bukan artinya mengharapkan masyarakat yang di kampung-kampung itu kemudian dimana-mana datang ke Jakarta untuk mudik,” kata Pramono Anung usai acara Safari Ramadan, Jumat, 13 Maret 2026.

Menurut dia, kebijakan yang disampaikan sebelumnya dimaksudkan untuk memberi kesempatan masyarakat menikmati suasana Jakarta yang relatif lebih lengang saat musim mudik lebaran.

“Karena memang pasti mereka bukan tempatnya di Jakarta. Tetapi Jakarta kali ini memberikan ruang bagi siapapun orang untuk bisa menikmati Jakarta ketika Jakarta sedang lengang. Karena dari data yang ada kemungkinan jumlah pemudiknya (dari jakarta) kurang lebih sama dengan tahun yang lalu,” ujar Pramono.

Untuk mendukung aktivitas masyarakat selama periode tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah program, termasuk diskon di beberapa destinasi wisata. Selain itu, pemerintah menggratiskan layanan transportasi publik di Jakarta selama dua hari berturut-turut pada periode tertentu. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di Jakarta selama periode mudik lebaran.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah.

Pramono mengimbau warga Jakarta yang akan mudik ke kampung halaman agar melaporkan rencana keberangkatan mereka kepada pengurus RT dan RW setempat. Hal tersebut bertujuan agar data warga yang meninggalkan rumah selama periode mudik dapat tercatat dengan baik.

“Nah untuk itu kami meminta semua warga yang akan mudik, diminta untuk melaporkan kepada RT, RW setempat,” ungkap Pramono.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)