Pembangunan Blok Masela Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Ilustrasi Gedung DPR RI. Foto: dok. Medcom.

Pembangunan Blok Masela Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Gabriella Thesa Widiari • 17 July 2026 11:31

Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengatakan, groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela, Maluku menjadi tonggak baru kedaulatan energi nasional. Hal ini mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan Indonesia timur.

"Groundbreaking proyek Masela bukan sekadar dimulainya pembangunan infrastruktur energi, ini adalah simbol optimisme baru Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan energi, memperkuat daya saing nasional, sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia," kata Sari, dilansir dari Antara, Jumat, 17 Juli 2026.
 


Dia meyakini Blok Masela memberi efek berganda terhadap perekonomian nasional. Sebab, akan menciptakan lapangan kerja, menggerakkan industri penunjang, meningkatkan aktivitas UMKM, memperkuat penerimaan negara serta mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah Maluku dan sekitarnya.

Sektor energi, lanjut dia, masih menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Oleh karenanya, ia mendorong percepatan proyek-proyek strategis nasional berjalan tepat waktu dan sasaran serta bermanfaat maksimal untuk rakyat.

"Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Tantangannya bukan lagi sekadar memiliki cadangan energi, tetapi bagaimana mengelolanya secara profesional, transparan, berkelanjutan, dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," kata Sari.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking PSN LNG Abadi Blok Masela secara virtual dari Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2026.


Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada Kamis, 16 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres.

Presiden menyebut PSN Masela merupakan proyek penting yang telah ditunggu hampir tiga dekade. Dia menegaskan pembangunan proyek tersebut harus berjalan sesuai target agar segera memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung ketahanan energi nasional.

"Pembangunan tidak boleh terhambat. Harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Prabowo.

Proyek tersebut, memiliki nilai investasi sekitar USD21 miliar atau setara sekitar Rp342 triliun, termasuk tambahan investasi sebesar USD1 miliar untuk penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).

Proyek tersebut dirancang memproduksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun, kondensat sekitar 35 ribu barel per hari, serta gas pipa mencapai 150 juta kaki kubik per hari.

(Gabriella Thesa Widiari)