Pramono Nilai Program Bedah Rumah Korban Kebakaran di Jaksel Berkualitas Baik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.

Pramono Nilai Program Bedah Rumah Korban Kebakaran di Jaksel Berkualitas Baik

Anggi Tondi Martaon • 21 July 2026 11:51

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Program Bedah Rumah di kawasan bekas kebakaran Jalan Bangka III, Pela Mampang, Jakarta Selatan. DKI 1 menilai hasil pekerjaan tersebut berkualitas baik.

Pramono mengapresiasi program tersebut. Dia menjelaskan Program Bedah Rumah itu kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis DKI Jakarta dan pihak swasta.

"Program Bedah Kawasan di Pela Mampang merupakan wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga terdampak kebakaran. Sebanyak 16 rumah milik 22 kepala keluarga atau 67 jiwa direhabilitasi melalui sinergi antara Baznas/Bazis DKI Jakarta dan pihak swasta" jelas Pramono dikutip dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026.

Pramono menjelaskan total anggaran program tersebut sebesar Rp960,3 juta. Jumlah tersebut terdiri atas kontribusi PT Malahayati Nusantara Raya sebesar Rp600 juta dan Baznas/Bazis DKI Jakarta sebesar Rp360,3 juta.

Salah seorang penerima manfaat, Prima, 54, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan renovasi rumah yang diterimanya. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta bersama seluruh pihak yang telah membantu memulihkan permukiman pascakebakaran.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah memberikan bantuan bedah rumah kepada kami. Hasilnya sangat bagus. Rumah kami kini bersih dan, insya Allah, menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga," kata Prima.

Kondisi Program Bedah Rumah di kawasan bekas kebakaran Jalan Bangka III, Pela Mampang, Jakarta Selatan. Foto: Antara.

Menurut dia, perubahan tidak hanya terlihat pada kondisi rumah, tetapi juga lingkungan permukiman yang kini lebih tertata. Jalan lingkungan, saluran air, dan pencahayaan telah diperbaiki sehingga kawasan menjadi lebih nyaman dan layak huni.

"Perubahannya sangat terasa. Dulu jalan di lingkungan kami belum beraspal, masih berupa ubin yang tidak rata sehingga sering berdebu. Saluran air juga kini telah ditata dengan rapi. Selain itu, pencahayaan lingkungan menjadi jauh lebih baik. Sekarang rumah kami mendapat cahaya matahari yang cukup sehingga terasa lebih sehat dan nyaman," ucap Prima.

(Anggi Tondi)