Ilustrasi materai. Foto: Medcom.id.
Waspada Meterai Palsu, Kenali Ciri dan Cara Cek Keasliannya
Riza Aslam Khaeron • 21 August 2026 12:55
Jakarta: Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan membongkar sindikat pembuat dan pengedar meterai palsu lintas provinsi. Penindakan tersebut dilakukan pada 24 Juni hingga 2 Juli 2026 di lima wilayah hukum.
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan upaya kepolisian bersama DJP untuk melindungi penerimaan negara. Sindikat tersebut diketahui memproduksi meterai palsu dengan tingkat kemiripan yang tinggi dengan produk asli.
“Operasi penindakan dilakukan secara serentak pada kurun waktu 24 Juni hingga 2 Juli 2026 di lima wilayah hukum, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara,” kata Dekananto dikutip dari Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.
Sebanyak 16 orang ditangkap dalam pengungkapan tersebut dan terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun. Polisi juga menyita berbagai barang bukti, termasuk meterai palsu serta alat yang digunakan untuk memproduksinya seperti mesin jahit dan mesin poly.
Kasus ini juga berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp1,03 triliun jika seluruh bahan baku dan lembaran kertas yang disita sempat diproduksi dan beredar. Karena tampilan meterai palsu disebut sangat mirip dengan produk asli, masyarakat perlu lebih teliti sebelum membelinya.
Lantas, bagaimana cara membedakan meterai tempel palsu dan asli? Berikut ini ciri-ciri yang perlu diperhatikan masyarakat agar tidak salah saat menggunakan meterai.
Cara Sederhana Cek Meterai Tempel Palsu
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Anton Hermawan, menjelaskan salah satu cara sederhana untuk mengecek keaslian meterai. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan membasahi bagian belakang kertas meterai menggunakan air atau air liur.Anton mengatakan cara tersebut dapat dilakukan masyarakat tanpa alat khusus. Jika bagian belakang meterai tidak menempel setelah dibasahi, meterai tersebut patut dicurigai sebagai produk palsu.
“Kalau dibeli lalu dikasih air liur tidak menempel, artinya palsu. Sangat simpel bagi orang awam karena bahan kertasnya memang berbeda,” kata Anton.
Menurut Anton, meterai buatan sindikat memiliki tingkat kemiripan hingga 98 persen dengan produk asli berdasarkan pemeriksaan tim teknis perpajakan. Pelaku utama juga diketahui merupakan residivis dalam kasus pemalsuan serupa.
Untuk membuat meterai dengan tampilan yang mendekati produk asli, pelaku menggunakan sejumlah alat dan teknik khusus, antara lain:
- Alat pressing: digunakan untuk membuat efek timbul dan gradasi pada meterai.
- Mesin jahit manual: digunakan untuk membuat lubang atau perforasi pada setiap lembar meterai.
- Teknik pewarnaan: digunakan untuk menghasilkan tampilan warna yang menyerupai hasil cetakan asli.
“Ada hologramnya, tetapi ketika disinari sinar UV dia tidak akan berpendar. Sedangkan meterai yang asli pasti berpendar,” ujarnya.
Ciri-Ciri Meterai Tempel Palsu

Ilustrasi: pajakku.com
Dikutip dari akun Instagram resmi @ditjenpajakri, masyarakat dapat memperhatikan sejumlah ciri fisik untuk membedakan meterai palsu dan asli. Beberapa tanda yang perlu diperiksa meliputi harga, komponen pengaman, perforasi, tekstur, warna, hingga kualitas cetakan.
Berikut ciri-ciri meterai tempel palsu yang perlu diperhatikan:
- Dijual dengan Harga Lebih Murah
Meterai palsu biasanya ditawarkan dengan harga jauh lebih rendah dari harga resmi. Masyarakat sebaiknya tidak mudah tergiur, terutama jika meterai dijual murah dalam jumlah banyak. - Komponen Meterai Tidak Lengkap
Meterai palsu dapat memiliki sejumlah unsur atau fitur pengaman yang tidak lengkap. Jika dibandingkan dengan meterai asli, beberapa detailnya dapat terlihat berbeda atau bahkan tidak ditemukan. - Lubang atau Perforasi Tidak Detail
Bagian lubang pada meterai palsu dapat terlihat tidak beraturan dan kurang presisi. Bentuknya juga bisa terlihat seperti dibuat secara asal. - Permukaan Terlalu Halus
Tekstur meterai dapat menjadi salah satu bagian yang diperiksa. Meterai palsu bisa terasa terlalu halus ketika diraba dibandingkan dengan meterai asli. - Tidak Mengalami Perubahan Warna
Meterai asli memiliki fitur pengaman yang dapat menunjukkan perubahan warna ketika dilihat dari sudut atau kondisi tertentu. Jika perubahan warna tersebut tidak terlihat, meterai perlu diperiksa lebih lanjut. - Tampilan Kurang Detail
Gambar dan tulisan pada meterai palsu biasanya tidak setajam produk asli. Detail cetakan dapat terlihat kurang jelas atau buram. - Nomor Seri Tidak Rapi
Nomor seri juga perlu diperiksa karena menjadi salah satu bagian penting pada meterai. Pada produk palsu, nomor seri dapat terlihat kurang rapi, tidak presisi, atau memiliki kualitas cetakan yang berbeda.
Ciri-Ciri Meterai Tempel Asli
Selain mengenali ciri meterai palsu, masyarakat perlu mengetahui karakteristik meterai asli. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat logo, nomor seri, kualitas bahan, fitur pengaman, dan hasil cetakannya.Berikut beberapa ciri meterai tempel asli:
- Memiliki Logo Garuda Pancasila
Meterai asli memiliki logo Garuda Pancasila dan tulisan “REPUBLIK INDONESIA”. Logo serta tulisan tersebut terlihat jelas pada bagian meterai. - Memiliki Nomor Seri Unik
Nomor seri tercetak pada bagian bawah meterai. Nomor tersebut menjadi salah satu unsur yang dapat diperiksa untuk memastikan keasliannya. - Menggunakan Material Berkualitas
Meterai asli dibuat dari bahan berkualitas dengan warna yang tidak mudah pudar. Hasil cetakannya juga terlihat lebih baik dibandingkan meterai palsu. - Memiliki Fitur Pengaman
Meterai asli dilengkapi sejumlah fitur pengaman seperti mikroteks, serat halus, dan watermark. Fitur tersebut menjadi pembeda yang dapat diperiksa saat memastikan keaslian meterai. - Cetakan Tajam dan Rapi
Tulisan dan gambar pada meterai asli terlihat tajam serta rapi. Cetakan tidak tampak buram dan tidak mudah luntur.