DKI Jakarta. Ilustrasi Metrotvnews.
24 Ormas di Jaktim Digandeng Cegah Terorisme dan Radikalisme
M Sholahadhin Azhar • 26 May 2026 10:54
Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menggandeng 24 organisasi kemasyarakatan (ormas). Kolaborasi, untuk mencegah ancaman terorisme dan gerakan radikalisme di wilayah Jakarta Timur.
"Peran aktif seluruh masyarakat akan sangat membantu tugas-tugas aparat penegak hukum, terutama dalam melakukan deteksi dini guna mewaspadai munculnya gerakan-gerakan radikal serta aktivitas terorisme," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, dikutip dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurut dia, kegiatan yang digelar oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur itu penting dilakukan. Terutama, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dan gerakan radikalisme.
Sementara itu, Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dan gerakan radikalisme di lingkungan masyarakat.
Menurut Eka, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan keterlibatan aktif ormas, berbagai potensi ancaman dapat diantisipasi lebih awal melalui penguatan komunikasi dan edukasi kepada warga.
.jpg)
DKI Jakarta. Ilustrasi Metrotvnews.
Dia juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tidak mudah memberikan stigma negatif terhadap kelompok agama maupun ras tertentu dalam menyikapi persoalan radikalisme dan terorisme.
"Penanganan isu tersebut harus dilakukan secara adil, proporsional, dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat," ujar Eka.
Dia menambahkan persoalan radikalisme dan terorisme tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan keamanan semata, tetapi juga membutuhkan langkah multidimensi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan.
"Diperlukan pendekatan multidimensi untuk memecahkan akar masalah ini dengan melibatkan berbagai elemen, di antaranya organisasi kemasyarakatan," tutur Eka.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemaparan terkait pola penyebaran paham radikal, strategi pencegahan di lingkungan masyarakat, serta pentingnya memperkuat toleransi dan persatuan sebagai benteng menghadapi ancaman ideologi kekerasan.
Melalui sosialisasi tersebut, Eka berharap seluruh elemen masyarakat semakin aktif dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi ancaman terorisme maupun gerakan radikalisme demi menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan wilayah Jakarta Timur tetap kondusif.